JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember selain terkenal dengan penghasil tembakau, kopi, dan koka, ternyata memiliki potensi yang jarang diketahui banyak orang yaitu sebagai perajin rantang ikan. Sebab, berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, membuat masyarakat di selatan Jember bekerja sebagai nelayan.
Selain itu, di rumah-rumah juga banyak ditemui perajin rantang untuk tempat ikan yang sudah melalui proses pindang (perebusan). Salah satunya daerah yang banyak ditemui perajin rantang ikan ada di Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger.
Desa tersebut memiliki letak yang strategis, dekat dengan tempat penjualan ikan (TPI) dan menjadi salah satu daerah penghasil bambu yang melimpah. Hal itu menjadikan daerah ini cocok untuk mendukung industri perajin rantang ikan.
Salah seorang perajin di Desa Mlokorejo, Yaningsih, 50, menjelaskan, pembuatan rantang ikan memerlukan ketelitian. Hal itu dikarenakan antara rantang yang satu dengan yang lain harus memiliki ukuran yang sama.
Sedangkan lama proses pengerjaan, Yaningsih membutuhkan setidaknya tiga hari.
“Hari pertama bambu digergaji, hari kedua ditipiskan, dan hari ketiga baru dianyam menjadi rantang,” ujar Yaningsih pada Sabtu (16/11/2024).
Dia mengaku, sumber penghasilan utama keluarganya yaitu dari pembuatan rantang ikan. Kendati demikian, di sela-sela menganyam bambu yang telah diserut tipis, dirinya menyempatkan diri bekerja sebagai petani di lahan milik tetangganya.
Setidaknya, Yaningsih telah menekuni pekerjaan membuat rantang tersebut sejak 20 tahun lalu.
“Sebelum banyak yang membuat rantang di sini, saya sudah mulai lebih dulu. Kemudian, banyak yang belajar dari saya hingga kini banyak yang menekuninya,” kata Yaningsih.
Baca Juga: Sebelum Didistribusikan ke TPS, Intip Kesiapan Logistik Pilkada Serentak 2024 di Tuban
Dalam sehari, dia mengaku dapat memproduksi sekitar 200 rantang kecil, sedangkan suaminya menghasilkan sekitar 100 rantang besar. Setiap 100 rantang besar, Yaningsih menerima upah sebesar Rp44.000, sedangkan untuk rantang kecil dihargai Rp17.000.
Setiap satu pekan sekali, tepatnya di hari Sabtu, para pengepul akan mengambil hasil rantang ikan yang diproduksi di rumah-rumah yang ada di Desa Mlokorejo.
Siti Kholifah, salah satu pengepul, menjelaskan, rantang-rantang yang dikumpulkan itu untuk memenuhi kebutuhan di pasar ikan Puger.
“Saya mengirimkan antara 30.000-50.000 rantang, dengan total biaya sekitar Rp7 juta,” kata Siti Kholifah yang telah bekerja sebagai pengepul selama enam tahun.
Dalam proses pengambilan rantang ikan di rumah-rumah warga, Siti Kholifah mengaku mengambilnya dengan menggunakan sepeda motor sebelum diambil pemesan menggunakan mobil.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








