JEMBER, Tugujatim.id – Pasca layanan aduan Lapor Mas Wapres dibuka, seorang petani di Jember berangkat ke Istana Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, di Jakarta, Selasa (12/11/2024). Petani sekaligus Ketua Asosiasi Petani Pangan Indonesia (APPI) Jumantoro mengaku berangkat seorang diri menggunakan transportasi umum dan sampai di Jakarta pada Rabu (13/11/2024).
Adapun maksud Jumantoro ke Istana Wapres untuk menyampaikan berbagai keluhan yang dihadapi para petani. Sayang seribu sayang, niatnya untuk menyalurkan pendapat itu harus kandas usai terkendala sistem yang dinilai ruwet.
Baca Juga: Perajin Rantang Ikan di Desa Mlokorejo Jember: Pindang dan Bambu Jadi Sumber Penghidupan
“Ternyata ruwet. Pakai aplikasi itu centang satu, makanya saya berangkat ke Jakarta,” ujar Jumantoro saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Sabtu (16/11/2024).
Jumantoro menjelaskan, upayanya tersebut untuk mendukung program Presiden RI Prabowo Subianto terkait swasembada pangan. Di mana, posisinya sebagai ketua APPI memiliki tanggung jawab menyukseskan program tersebut.
“Sehingga (program swasembada pangan, Red) tidak sekadar apa-apa, jadi menteri tidak asal ceplos, tidak asal statement, melihat kondisi yang ada di lapangan,” jelas Jumantoro.
Terkait rumitnya sistem aduan Lapor Mas Wapres, Jumantoro menceritakan, di hari pertama tiba di Jakarta, dirinya langsung bergegas menuju tempat laporan. Tapi, keberuntungan tidak berpihak, karena kuota laporan telah habis.

“Besoknya lagi, saya ke sana lagi, ternyata kuotanya juga habis. Alasannya seperti itu karena kuota hanya dibatasi sebanyak 60-65 orang. Ternyata yang antre sejak jam lima pagi, saya nggak kebagian sudah,” terang Jumantoro.
Menurut dia, warga yang melapor melalui aduan Lapor Mas Wapres bermacam-macam, mulai dari persoalan pribadi hingga kepentingan masyarakat umum, seperti dirinya.
“Ini yang banyak masalah tanah, hukum, masalah laporan polisi yang tidak ditanggapi, tapi yang permasalahan pertanian tidak ada, hanya saya,” paparnya.
Usai gagal membawa aspirasi para petani melalui Lapor Mas Wapres, Jumantoro akhirnya menuju Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Gerindra.
“Ternyata di sana juga tidak ada orang, waduh bahaya Indonesia Raya ini,” katanya.
Kendati demikian, Jumantoro akhirnya menemui Pupuk Indonesia yang akan berjanji meneruskan apa yang dia sampaikan ke pemerintah. Selain itu, dia juga melakukan komunikasi bersama komisi enam DPR RI.
“Saya sampaikan apa-apa keluhannya, termasuk bagaimana pupuk subsidi harus dikembalikan, distribusi yang baik-baik jangan diganti-ganti, kembalikan peran dan fungsi Bulog kembali sebagai lembaga penyangga pangan, yang terakhir adalah jaminan harga bagi petani,” jelasnya.
Selain itu, Jumantoro menginginkan adanya ketegasan pemerintah untuk menindaklanjuti pembangunan perumahan di lahan-lahan produktif. Sehingga, berbicara tentang kedaulatan pangan, harus dipikirkan dari hulu ke hilir.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








