• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Rantang ikan.

Perajin rantang ikan di Desa Mlokorejo bernama Yaningsih saat sedang menganyam bambu untuk wadah ikan pindang. (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Perajin Rantang Ikan di Desa Mlokorejo Jember: Pindang dan Bambu Jadi Sumber Penghidupan

Dwi Linda by Dwi Linda
2 years ago
in Bisnis
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Kabupaten Jember selain terkenal dengan penghasil tembakau, kopi, dan koka, ternyata memiliki potensi yang jarang diketahui banyak orang yaitu sebagai perajin rantang ikan. Sebab, berbatasan langsung dengan Samudera Hindia, membuat masyarakat di selatan Jember bekerja sebagai nelayan.

Selain itu, di rumah-rumah juga banyak ditemui perajin rantang untuk tempat ikan yang sudah melalui proses pindang (perebusan). Salah satunya daerah yang banyak ditemui perajin rantang ikan ada di Desa Mlokorejo, Kecamatan Puger.

You might also like

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

20/07/2026 3:30 PM
GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

14/07/2026 1:52 PM

Desa tersebut memiliki letak yang strategis, dekat dengan tempat penjualan ikan (TPI) dan menjadi salah satu daerah penghasil bambu yang melimpah. Hal itu menjadikan daerah ini cocok untuk mendukung industri perajin rantang ikan.

Baca Juga: Motif Sakit Hati Diejek Pengangguran dan Penyakitan, Pria di Surabaya Bacok Adik Kandung hingga Tewas

Salah seorang perajin di Desa Mlokorejo, Yaningsih, 50, menjelaskan, pembuatan rantang ikan memerlukan ketelitian. Hal itu dikarenakan antara rantang yang satu dengan yang lain harus memiliki ukuran yang sama.

Sedangkan lama proses pengerjaan, Yaningsih membutuhkan setidaknya tiga hari.

“Hari pertama bambu digergaji, hari kedua ditipiskan, dan hari ketiga baru dianyam menjadi rantang,” ujar Yaningsih pada Sabtu (16/11/2024).

Dia mengaku, sumber penghasilan utama keluarganya yaitu dari pembuatan rantang ikan. Kendati demikian, di sela-sela menganyam bambu yang telah diserut tipis, dirinya menyempatkan diri bekerja sebagai petani di lahan milik tetangganya.

Setidaknya, Yaningsih telah menekuni pekerjaan membuat rantang tersebut sejak 20 tahun lalu.

“Sebelum banyak yang membuat rantang di sini, saya sudah mulai lebih dulu. Kemudian, banyak yang belajar dari saya hingga kini banyak yang menekuninya,” kata Yaningsih.

Baca Juga: Sebelum Didistribusikan ke TPS, Intip Kesiapan Logistik Pilkada Serentak 2024 di Tuban 

Dalam sehari, dia mengaku dapat memproduksi sekitar 200 rantang kecil, sedangkan suaminya menghasilkan sekitar 100 rantang besar. Setiap 100 rantang besar, Yaningsih menerima upah sebesar Rp44.000, sedangkan untuk rantang kecil dihargai Rp17.000.

Setiap satu pekan sekali, tepatnya di hari Sabtu, para pengepul akan mengambil hasil rantang ikan yang diproduksi di rumah-rumah yang ada di Desa Mlokorejo.

Siti Kholifah, salah satu pengepul, menjelaskan, rantang-rantang yang dikumpulkan itu untuk memenuhi kebutuhan di pasar ikan Puger.

“Saya mengirimkan antara 30.000-50.000 rantang, dengan total biaya sekitar Rp7 juta,” kata Siti Kholifah yang telah bekerja sebagai pengepul selama enam tahun.

Dalam proses pengambilan rantang ikan di rumah-rumah warga, Siti Kholifah mengaku mengambilnya dengan menggunakan sepeda motor sebelum diambil pemesan menggunakan mobil.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Jember hari iniBisnis rantang ikanKabupaten Jember hari iniPenjualan rantang ikan JemberPerajin rantang ikan di JemberRantang ikan di Jember
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Rajut

Produk Rajut Ernawati Lolos Kurasi, Masuk Display Gerai Ritel Fashion Asal Jepang, Kini Tembus Pasar Internasional

by Mochamad Abdurrochim
20/07/2026 3:30 PM
0

SIDOARJO, Tugujatim.id – Produk rajut milik Ernawati, pelaku UMKM asal Desa Candipari, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, berhasil lolos kurasi Dinas...

GBC ke-74

GBC ke-74 Coach Fahmi Dimulai di Malang, 80 Pengusaha dari Berbagai Daerah Ikuti Pelatihan Bisnis

by Mochamad Abdurrochim
14/07/2026 1:52 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Grounded Business Coaching (GBC) angkatan ke-74 resmi dimulai di Kota Malang, Selasa (14/07/2026). Pelatihan bisnis yang dikenal...

Gading Gajah

Polda Jatim Bongkar Penyelundupan Gading Gajah, Kupu-Kupu Langka dan Benih Lobster ke Luar Negeri

by Mochamad Abdurrochim
30/06/2026 12:15 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengungkap tiga kasus penyelundupan dan perdagangan ilegal sumber daya alam yang melibatkan...

Bawang Merah

Probolinggo Gandeng Kota Malang Pasok Bawang Merah, Sekaligus Perluas Pasar UMKM

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 8:55 AM
0

PROBOLINGGO, Tugujatim.id – Kabupaten Probolinggo terus memperluas jaringan pemasaran komoditas unggulan daerah. Terbaru, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Probolinggo menjalin kerja sama...

Next Post
Lapor Mas Wapres.

Layanan Lapor Mas Wapres Dibuka: Petani di Jember Berangkat ke Istana Gibran Rakabuming Raka, Ada Apa?

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID