• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

Wali Kota Kediri Berbelasungkawa, Minta Klinik Wajib Terima Pasien Ibu Hamil Terpapar Covid-19

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

KEDIRI, Tugujatim.id – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menginstruksikan seluruh klinik di Kota Kediri menerima pasien ibu hamil yang terpapar Covid-19. Hal tersebut disampaikan saat rapat internal Koordinasi Pagi Penanganan Covid (Kopi Paid) pada Senin pagi (02/08/2021).

Mas Abu, sapaan akrabnya, menceritakan ada seorang perawat di Kota Kediri meninggal dunia bersama kedua bayi kembarnya karena terpapar Covid-19. Dialah Titik Indrawati, perawat asal Desa Sumber Cangkring, Kecamatan Gurah, Kabupaten Kediri, yang bertugas di Rumah Sakit Ratih Kota Kediri, yang meninggal dunia setelah menjalani perawatan intensif di RSUD Gambiran Kota Kediri. Berdasarkan informasi yang dihimpun, dia masuk ke RS pada Jumat (29/07/2021) dan dinyatakan positif Covid-19.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat rapat internal Koordinasi Pagi Penanganan Covid (Kopi Paid) pada Senin pagi (02/08/2021). (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat rapat internal Koordinasi Pagi Penanganan Covid (Kopi Paid) pada Senin pagi (02/08/2021). (Foto: Rino Hayyu Setyo/Tugu Jatim)

“Screening dan swab antigen, ternyata istri saya positif Covid-19 dan akhirnya dilarikan ke RS Gambiran untuk dirawat. Hasil lab juga menyatakan ada beberapa kondisi yang tidak memungkinkan jika saat itu langsung dioperasi,” ujar Andi Fatoni, suami Titik yang juga bekerja di Puskesmas Balowerti Kota Kediri.

Menurut Andi, istrinya menjalani operasi persalinan pada Minggu (01/08/2021). Sebab, salah satu bayi yang dikandungnya diketahui dokter telah meninggal dunia. Alhasil, ketiganya tidak dapat tertolong dan meninggal dunia di RSUD Gambiran.

Mas Abu Instruksikan Semua Klinik Wajib Terima Pasien Ibu Hamil

Mengetahui informasi ini, Mas Abu turut berbelasungkawa. Bahkan, dia mengeluarkan instruksi agar seluruh klinik di Kota Kediri menerima pasien ibu hamil yang terpapar Covid-19.

“Dinas kesehatan (dinkes) segera kirim kembali imbauan ke klinik-klinik bersalin. Nantinya, jika ada yang masih menolak, akan ada surat peringatan dan bisa dicabut izinnya,” tegas Mas Abu.

Mas Abu juga meminta kepada ibu hamil yang terpapar Covid-19 untuk tidak melakukan isolasi mandiri (isoman) di rumah.

“Ibu hamil ini rentan, apalagi bila positif Covid-19. Jadi, perlu dibawa ke rumah sakit atau klinik agar terpantau kesehatannya secara maksimal, ” jelasnya.

Langkah tersebut diambil setelah ada 6 kasus meninggal pada ibu hamil yang terpapar Covid-19 di Kota Kediri per Juli 2021. Saat ini, Mas Abu mencatat ada 6 kasus meninggal pada ibu hamil terpapar Covid-19 di Kota Kediri. Dan sampai saat ini masih belum ada kasus baru ibu hamil terpapar Covid-19.

Sementara itu, duka mendalam pun disampaikan Ketua PKK Kota Kediri Ferry Silvana Feronica. Dia menyampaikan, pada kondisi seperti ini, ibu hamil memang sangat perlu pendampingan khusus dan membekali diri dengan bermacam pengetahuan terkait Covid-19.

“Ini untuk menjaga diri sendiri. Lalu sering melakukan pemeriksaan kehamilan dan screening Covid-19 ya. Jangan ditutup-tutupi jika ada keluhan, disampaikan saja semuanya saat periksa,” ujar Bunda Fey.

Selain itu, Bunda Fey juga menyarankan bagi pasangan suami istri untuk berkenan menunda program kehamilan terlebih dulu. Kondisi saat ini akan berisiko tinggi untuk ibu dan janin.

Tags: Abdullah Abu BakarInstruksi Wali Kota Kedirikorban Covid-19Kota Kediri
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Kepala Dinas Kesehatan Kota Batu Kartika Trisulandari. (Foto: M. Sholeh/Tugu Jatim)

2.000 Nakes di Kota Batu Bakal Disuplai Vaksin Booster Moderna

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID