JEMBER, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) sukses menyelenggarakan acara Gelar Produk Pasca Magang Wirausaha Merdeka (WMK), Kamis (12/12/2024).
Expo Wirausaha Merdeka ini, menjadi ajang unjuk gigi para start up muda. Sebab, beragam inovasi karya mahasiswa disuguhkan dengan penampilan produk yang menarik. Mulai dari makanan, minuman, produk digital, hingga inovasi berbasis teknologi.
Menariknya, program Wirausaha Merdeka ini tidak hanya diikuti mahasiswa Polije. Namun, berbagai perguruan tinggi di Indonesia ikut andil dalam expo itu. Termasuk, Universitas Negeri Surabaya, Politeknik Negeri Sriwijaya, Politeknik Pertanian Negeri Kupang, dan sejumlah kampus lainnya.

Salah satu peserta WMK dari Universitas Negeri Surabaya, Ana, mengungkapkan antusiasmenya terhadap program ini. Menurutnya, kegiatan ini sangat seru dan penuh pengalaman berharga.
Ana mengaku tidak hanya mendapatkan teori, tetapi juga langsung praktik di mitra industri. Mengingat, selama magang, dia diajarkan banyak hal. Seperti cara membaca peluang pasar, memformulasikan produk, hingga membuat prototipe yang sesuai dengan kebutuhan konsumen.
“Kami juga mendapatkan pendampingan untuk memahami legalitas usaha dan pengemasan produk agar lebih menarik. Semua proses ini sangat membantu kami untuk mempersiapkan produk yang benar-benar siap dipasarkan,” ujarnya.
Ketua Task Force Program Wirausaha Merdeka Polije, Dr. Dhanang Eka Putra, SP., M.Sc., menjelaskan bahwa acara ini merupakan bagian dari rangkaian program Wirausaha Merdeka yang bertujuan mempersiapkan mahasiswa menjadi wirausahawan tangguh.
“Kegiatan hari ini adalah expo atau gelar produk peserta WMK setelah menjalani magang selama sembilan minggu di Mitra Magang di dunia usaha dan industri (Dudi). Selama magang, mahasiswa membuat prototipe produk yang didampingi mitra dan dilengkapi dengan legalitas,” jelasnya.

Sebanyak 28 pendamping UMKM bersertifikasi nasional hadir untuk menilai produk-produk yang dipamerkan. Pendamping membantu mahasiswa menyempurnakan produk melalui proses inkubasi, memberikan masukan, dan mengidentifikasi kekurangan untuk perbaikan.
Tercatat ada 40 produk kuliner, 35 produk teknologi, serta berbagai produk jasa dan konsultasi yang dipamerkan pada acara ini. Expo ini menjadi langkah awal menuju acara puncak business matching yang akan digelar pada 20 Desember 2024.
“Harapan kami, produk yang dipamerkan hari ini dapat disempurnakan dan siap dipresentasikan kepada investor pada acara business matching mendatang,” tambah Dr. Dhanang.
Kegiatan ini menjadi ajang pembelajaran sekaligus evaluasi bagi mahasiswa. Polije berharap program ini mampu mendorong mahasiswa untuk menghasilkan produk inovatif yang siap bersaing di pasar serta memberikan dampak positif bagi masyarakat dan dunia usaha.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








