MALANG, Tugujatim.id – Universitas Brawijaya (UB) mengukuhkan empat profesor dari berbagai bidang ilmu pada Kamis, 19 Desember 2024. Salah satunya profesor Prof. Dr. Ir. Joni Kusnadi, M.Si dari Fakultas Teknologi Pertanian dengan karya inovasi Halal Care Kit Real-Time PCR untuk mendeteksi DNA babi pada produk pangan.
Prof. Joni menegaskan bahwa inovasi ini memiliki kemampuan bersaing dengan produk serupa buatan luar negeri. “Kit ini telah terbukti spesifik dan efektif dalam mendeteksi kontaminasi maupun pemalsuan spesies non-halal pada suatu produk,” jelasnya dalam konferensi pers, Rabu 18/12/24.
Halal Care Kit Real-Time PCR ini terdiri dari tiga komponen utama, yaitu primer spesifik, buffer PCR, dan internal positive control. Keunggulannya adalah biaya yang lebih ekonomis dibandingkan pengujian di laboratorium untuk sertifikasi halal.
Saat ini, harga kit Real-Time PCR impor berkisar antara Rp12 juta untuk 50 reaksi hingga Rp 32 juta untuk 100 reaksi. Prof. Joni menilai ketergantungan pada impor menjadi tantangan utama.
“Karena itu, diperlukan pengembangan kit dengan primer khusus yang dirancang untuk mendeteksi DNA babi,” tambahnya.

Kit yang dikembangkan Prof. Joni memiliki sensitivitas tinggi, mampu mendeteksi konsentrasi DNA hingga 10⁻³ atau 10⁻⁴ ppm (nanogram per mikroliter).
“Bahkan pada konsentrasi yang sangat kecil, seperti 1 persen atau 10 ribu ppm, alat ini tetap akurat mendeteksi, baik dalam kasus pemalsuan maupun kontaminasi,” paparnya.
Namun, ia mengakui bahwa biaya tinggi dari kit impor dapat memengaruhi proses sertifikasi halal.
“Jika kita diizinkan memproduksi alat ini secara lokal, insyaallah biaya sertifikasi tidak akan terdampak,” tegasnya.
Meski menjanjikan, penggunaan Halal Care Kit Real-Time PCR saat ini masih terbatas pada laboratorium yang dilengkapi mesin Real-Time PCR dan operator terlatih. Proses deteksi memakan waktu 2,5 hingga 3 jam, sehingga masih perlu pengembangan lebih lanjut menuju rapid test berbasis DNA yang lebih sederhana dan cepat.
Sementara 3 guru besar lainnya juga tak kalah mentereng, tiga profesor tersebut yakni Prof. Dr.Eng. Ir. Yulvi Zaika, ST, MT dari Fakultas Teknik, Prof. Dr. Ir. Sandra Malin Sutan, MP, IPM dari Fakultas Teknologi Pertanian dan Prof. Dr. Sony Sukmawan dari Fakultas Ilmu Budaya juga memaparkan hasil inovasinya.
Prof. Dr.Eng. Ir. Yulvi Zaika, ST, MT dari Fakultas Teknik memperkenalkan Geosynthetic-encased Geofoam Recycle Concrete Column (GEGRCC), solusi konstruksi hijau untuk penguatan tanah lunak.
Prof. Dr. Ir. Sandra Malin Sutan, MP, IPM dari Fakultas Teknologi Pertanian mengenalkan Intelligence Non-Destructive Evaluation (INDEV), sistem berbasis kecerdasan buatan yang mampu menganalisis mutu pangan tanpa merusak sampel.
Prof. Dr. Sony Sukmawan dari FIB memperkenalkan Model Susastra Cahaya, pendekatan sastra ekoteologis yang mengintegrasikan nilai-nilai spiritual dan moralitas dalam literatur lingkungan.
Keempat profesor ini menambah daftar akademisi terkemuka di UB, dengan inovasi yang mendukung keberlanjutan dan berkontribusi nyata bagi masyarakat. Total, UB kini memiliki 401 profesor aktif dari berbagai bidang keilmuan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Yona Arianto Anggoro
Editor: Darmadi Sasongko








