JEMBER, Tugujatim.id – Program pelayanan kesehatan gratis di kabupaten Jember, J-Pasti Keren (J-PK), menyisakan utang Rp160 miliar. Nominal sisa utang program Jember Pasti Keren itu terakumulasi sejak 2023-2024.
Utang program Jember Pasti Keren tersebut mengakibatkan beban terhadap Pendapatan Anggaran dan Belanja Daerah (APBD) 2025 yang semakin besar untuk membayar utang dari tiga rumah sakit milik Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jember.
Tidak hanya itu, nominal utang yang tembus di angka Rp160.611.272.533 tersebut juga terakumulasi dari sejumlah puskesmas. Sebelumnya pada 2023, jumlah utang program Program Jember Pasti Keren sebanyak Rp65.271.876.302.
Baca Juga: Pendangkalan Sungai, Desa Wonoasri Jember Digenangi Banjir
Sedangkan pada 2024, nominal utang melebihi nominal di tahun sebelumnya, yakni sekitar Rp95.339.396.231.
Menanggapi hal tersebut, Anggota Fraksi Partai Gerindra Ardi Pujo Prabowo menjelaskan, utang di tiga rumah sakit daerah (RSD) dan sejumlah puskesmas, akan menuai persoalan, khususnya saat J-PK dihentikan.
“Saat ini karena sistem rumah sakit dan puskesmas itu BLUD (Badan Layanan Umum Daerah, Red) itu tidak boleh menghambat dan memberhentikan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Ardi Pujo Prabowo.
Ardi melanjutkan, hal tersebut dipastikan menuai evaluasi dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur akibat utang yang belum terbayarkan sama sekali sejak 2023. Sebelum itu, pihaknya juga sempat mempertanyakan perubahan nomenklatur program standar pelayanan minimal (SPM) menjadi J-PK.
“Hingga saat ini nomenklaturnya belum jelas,” tegas Ardi.
Dia menilai, program J-PK yang telah berjalan selama ini terkesan dipaksakan. Selain itu, regulasinya pun tidak memuat aturan yang jelas dan detail. Menurut dia, J-PK hadir dari perubahan program sebelumnya, yaitu SPM.
Kondisi tersebut membuat jumlah pasien yang tetap tinggi, sedangkan APBD tidak dapat menutupi kekurangan, bahkan menanggung utang.
“Program JPK ini banyak sekali hal yang perlu dievaluasi kembali karena saat ini tidak ada standar penerima program akhirnya jumlah pasiennya semua diterima,” pungkas Ardi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








