JEMBER, Tugujatim.id – Ratusan pendemo yang terdiri dari para petani, peternak, nelayan, hingga mahasiswa menggelar aksi demo buntut dampak negatif dari keberadaan tambak modern pada Senin (24/02/2025).
Para pendemo mendesak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Jember agar menutup tambak modern yang telah berdampak terhadap hasil pertanian dan kualitas tanah yang semakin tidak produktif.
Koordinator Aksi M. Indra Syahdafi mengungkapkan, masyarakat selama ini menginginkan agar tambak modern segera ditutup. Mengingat dampak jangka panjang yang mengganggu produktivitas pertanian.
Baca Juga: Pendemo Desak Buka Kembali Akses Jalan Rambipuji-Puger, DPRD Akan Koordinasi ke Pemprov Jatim
Dia juga menyoroti praktik eksploitatif yang telah berlangsung selama puluhan tahun yang berdampak negatif pada sektor pertanian. Menurut dia, salah satu masalah utama adalah penggunaan bahan kimia dalam tambak modern, seperti yang diterapkan di tambak DGS (Delta Guna Sukses).
“Masyarakat lebih memilih tambak tradisional, yang mengandalkan air langsung tanpa tambahan bahan kimia sehingga secara tidak langsung memberikan pupuk alami bagi lahan pertanian,” ungkapnya pada Senin (24/02/2025).
Pencemaran Terjadi di Sungai dan Pantai
Dia menambahkan, metode tradisional terbukti lebih aman dan ramah lingkungan. Tidak hanya itu, Indra juga menekankan, keberadaan tambak ini telah menimbulkan pencemaran serius di daerah sungai dan pantai.
Hasil investigasi lapangan yang dilakukan pihaknya mengungkap ada sekitar 30 tambak yang beroperasi, namun hanya dua atau tiga yang memiliki izin resmi. Bahkan, salah satu tambak berizin tersebut belum memenuhi prosedur pengelolaan limbah yang seharusnya diterapkan.
“Masyarakat mengharapkan agar tambak-tambak tersebut ditutup dan menginginkan kehadiran pihak legislatif untuk turun ke lapangan, mengevaluasi, serta mengambil tindakan tegas terhadap pelanggaran yang terjadi,” tegas M. Indra Syahdafi.
Seruan ini menggambarkan betapa pentingnya upaya bersama untuk menjaga keseimbangan antara modernisasi dan kelestarian lingkungan demi melindungi produktivitas pertanian dan kesehatan ekosistem pesisir. Langkah nyata dari pihak berwenang diharapkan dapat segera mengatasi persoalan yang telah lama dikhawatirkan oleh masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








