MOJOKERTO, Tugujatim.id – Warga Mojokerto diminta waspada terhadap tingginya potensi hujan deras, banjir, hingga angin kencang dalam beberapa hari belakangan. Wilayah Mojokerto masih potensi cuaca ekstrem jelang peralihan musim alias pengujung musim hujan yang bertepatan dengan momen bulan suci Ramadan.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, melihat 18 Kecamatan di Mojokerto masih diselimuti potensi cuaca ekstrem akibat masa pancaroba atau peralihan musim. Sebab, siklus hujan tahunan biasanya terjadi pada Oktober hingga Maret.
“Prakiraan dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Juanda bahwa potensi cuaca ekstrem masih akan terjadi hingga minggu ketiga bulan (Maret) ini,” kata Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Kabupaten Mojokerto, Abdul Khakim, Kamis (13/03/2025).
BACA JUGA: Residivis Curanmor di Tuban Ditangkap Setelah Gagal COD dengan Pembeli Barang Hasil Curian
Sejumlah dinamika atmosfer di wilayah Mojokerto, menurut BMKG, akan terjadi dalam waktu dekat. Mulai dari madden julian oscillation (MJO) hingga munculnya konvergensi angin. Faktor-faktor tersebut menjadi pendukung tingginya potensi cuaca ekstrem.
“Dari faktor-faktor tersebut membuat potensi banjir akibat hujan deras hingga angin kencang semakin tinggi,” tandas Khakim.
BACA JUGA: Puluhan Ular Ditangkap di Permukiman Warga Tuban
Tak hanya itu, dari asesmen BPBD, beberapa titik yang masuk kategori rawan bencana adalah Pacet, Trawas, Gondang dan Jatirejo. Sementara potensi angin kencang dinilai merata di 18 kecamatan.
“Kami imbau untuk menghindari beberapa titik yang dianggap rawan, termasuk pula agar tidak berteduh di bawah pohon, di bawah reklame, tiang listrik atau benda lain yang punya potensi roboh saat angin kencang terjadi,” tutur Khakim.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter : Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko







