• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Weweh.

Ilustrasi tempat makan untuk weweh. (Foto: NU Online)

Weweh, Tradisi Khas Penuh Kehangatan Jelang Lebaran

Dwi Linda by Dwi Linda
1 year ago
in Hiburan
0
Share on FacebookShare on Twitter

Tugujatim.id – Bulan Ramadan dan Lebaran adalah dua momen yang begitu dinanti umat Muslim. Tidak hanya kalangan dewasa, anak-anak pun banyak menyambut momen tersebut dengan suka cita. Sebab, dalam momen tersebut terdapat tradisi weweh yang tidak dijumpai di luar momen Ramadan dan Lebaran.

Terdapat tradisi khas Ramadan dan Lebaran di berbagai wilayah, seperti ziarah kubur sebelum dan menjelang berakhirnya Ramadan, tradisi siraman sebelum masuk bulan puasa, hingga tradisi yang umumnya dilakukan pada sepuluh hari bulan terakhir bulan Ramadan. Tradisi tersebut adalah weweh.

You might also like

JFC

JFC 2026 Tampil Beda! VVIP dan Wisatawan Kini Bisa Ikut Parade, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

09/07/2026 2:51 PM
Deodoran dan antiperspiran.

Ketiak Tetap Segar, Kenali Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran sebelum Membeli

09/07/2026 2:17 PM

Baca Juga: Jelang Lebaran, Tempat Penitipan Kucing di Mojokerto Full Booked

Weweh merupakan sebuah aktivitas di mana seseorang mengunjungi kerabat terdekat hingga teman dekat sembari membawa sesuatu, mulai dari makanan hingga parsel. Selain dinamakan weweh, beberapa tempat lain menyebutnya dengan ater-ater.

Weweh sendiri berasal dari kata serapan bahasa Jawa yaitu nguwehi atau wewehono (memberi). Maksudnya, kegiatan weweh berarti memberikan sesuatu kepada tuan rumah yang dikunjungi dengan harapan hati tuan rumah gembira dengan pemberian tersebut.

Tradisi weweh sendiri sudah mengakar lama. Tak hanya dilakukan saat bulan Ramadan, weweh sendiri terkadang dilakukan pula saat Hari Raya Idulfitri atau saat berkunjung ke rumah kerabat saat libur Lebaran belum usai.

Dulu, weweh dilakukan seseorang dengan membawa makanan siap santap. Umumnya seseorang membawa kotak berisi nasi dengan lauk pauk lengkap dengan pencuci mulut pula. Namun seiring perkembangan zaman, masyarakat perlahan mulai beralih ke varian lain. Mulai dari bahan pokok seperti gula, beras, hingga mie instan, termasuk gerabah atau barang pecah belah seperti piring atau cangkir.

“Sangat mungkin karena pengaruh modernisasi. Kalau dulu, weweh itu pasti bawa rantang yang isinya makanan lengkap, nasi sama lauk. Kalau sekarang eranya medsos, banyak yang suka kirim-kirim hampers, ya intinya weweh itu,” ujar salah akademisi asal Mojokerto, Moh. Ali Rohmad.

Selain itu, weweh sendiri bermakna menjaga silaturahmi dengan keluarga terdekat hingga tetangga sekitar.

“Karena weweh itu simbol perekat persaudaraan, apalagi kan tidak setiap hari weweh. Harapannya dengan kunjungan (weweh) itu, orang yang mendapat kunjungan menjadi gembira. Sampai sekarang kan masih sering ditemui juga tradisi weweh,” tandas Ali.

Selain pergeseran isi dari weweh, proses pemberian juga tidak mengenal batas usia. Dulu, weweh sering kali dilakukan oleh kaum muda kepada kerabat atau keluarga yang lebih tua.

“Sekarang bisa ke keluarga yang setara juga, yang sama-sama usianya. Jadi saling memberi tanpa melihat batasan usia,” ungkap Ali.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Mojokerto hari iniMojokertoMojokerto hari iniPengertian wewehTradisi wewehWeweh artinyaWeweh kekinianWeweh saat Lebaran
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

JFC

JFC 2026 Tampil Beda! VVIP dan Wisatawan Kini Bisa Ikut Parade, Ini Jadwal dan Cara Daftarnya

by Mochamad Abdurrochim
09/07/2026 2:51 PM
0

JEMBER, Tugujatim.id - Jember Fashion Carnaval (JFC) kembali digelar pada 24-26 Juli 2026 dengan menghadirkan berbagai inovasi baru. Festival busana...

Deodoran dan antiperspiran.

Ketiak Tetap Segar, Kenali Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran sebelum Membeli

by Dwi Linda
09/07/2026 2:17 PM
0

Tugujatim.id - Meski sama-sama digunakan pada area ketiak, deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi yang berbeda. Menurut artikel edukasi yang dipublikasikan...

Stasiun Lawang yang jarang dikupas.

Fakta Menarik Stasiun Lawang yang Jarang Dikupas, Menjadi Titik Penting Jalur Surabaya-Malang

by Dwi Linda
04/07/2026 4:29 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Stasiun Lawang yang jarang dikupas di tengah padatnya aktivitas perkeretaapian di Malang Raya, perhatian masyarakat umumnya lebih...

Stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang.

5 Stasiun Paling Sepi Jalur Surabaya-Malang, Nomor 3 Punya Pemandangan Sawah

by Dwi Linda
04/07/2026 2:32 PM
0

Tugujatim.id – Stasiun paling sepi jalur Surabaya-Malang ternyata masih jadi hal yang jarang disadari banyak penumpang. Padahal, hampir setiap hari...

Next Post
Makan sehat.

4 Tips Makan Sehat saat Lebaran agar Tubuh Tetap Bugar

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID