Tugujatim.id – Meski sama-sama digunakan pada area ketiak, deodoran dan antiperspiran memiliki fungsi yang berbeda. Menurut artikel edukasi yang dipublikasikan Cleveland Clinic, deodoran membantu mengurangi atau menutupi bau badan, sedangkan antiperspiran dirancang untuk membantu mengurangi produksi keringat.
Memahami perbedaan keduanya dapat membantu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari, baik untuk membantu mengurangi bau badan maupun mengontrol produksi keringat.
Baca Juga: 7 Kombinasi Aroma Parfum untuk Cuaca Panas, Wanginya Segar dan Tahan Lama
Apa Itu Deodoran?
Deodoran merupakan produk yang digunakan untuk membantu mengurangi bau badan, terutama pada area ketiak. Keringat sebenarnya hampir tidak berbau. Bau badan muncul ketika bakteri alami di permukaan kulit menguraikan komponen keringat, terutama pada area yang lembap seperti ketiak.
Karena itu, deodoran bekerja dengan membantu mengurangi bakteri penyebab bau sekaligus memberikan aroma yang lebih segar. Karena tidak memengaruhi produksi keringat, penggunaan deodoran tidak akan menghentikan tubuh untuk berkeringat.
Apa Itu Antiperspiran?
Berbeda dengan deodoran, antiperspiran dirancang untuk membantu mengurangi jumlah keringat yang keluar dari permukaan kulit. Produk ini umumnya mengandung garam aluminium (aluminum salts) yang bekerja membentuk sumbatan sementara pada saluran kelenjar keringat sehingga produksi keringat dapat berkurang.
Ketika jumlah keringat berkurang, bakteri juga memiliki lebih sedikit kelembapan untuk berkembang. Karena itu, antiperspiran tidak hanya membantu mengontrol produksi keringat, tetapi juga dapat membantu mengurangi bau badan secara tidak langsung.
Apa Perbedaan Deodoran dan Antiperspiran?
Secara umum, perbedaan deodoran dan antiperspiran terletak pada fungsi, cara kerja, kandungan, serta hasil yang diberikan. Deodoran membantu mengurangi atau menutupi bau badan dengan menghambat pertumbuhan bakteri penyebab bau. Sebaliknya, antiperspiran mengandung garam aluminium yang membantu mengurangi produksi keringat. Karena mekanisme kerjanya berbeda, manfaat yang diberikan pun disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing.
Bagi yang memilih menggunakan antiperspiran, produk ini umumnya bekerja lebih optimal apabila diaplikasikan pada malam hari sebelum tidur. Pada saat itu, produksi keringat cenderung lebih sedikit sehingga bahan aktif memiliki waktu untuk bekerja sebelum dibersihkan saat mandi keesokan harinya.
Baca Juga: 7 Kebiasaan Sehari-hari yang Bisa Mengubah Aroma Parfum, Nomor 5 Masih Sering Dilakukan
Mana yang Sebaiknya Dipilih?
Pemilihan antara deodoran dan antiperspiran sebaiknya disesuaikan dengan kebutuhan masing-masing. Deodoran dapat menjadi pilihan bagi orang yang lebih ingin membantu mengurangi bau badan dengan produksi keringat yang normal. Sementara itu, antiperspiran lebih sesuai bagi mereka yang ingin membantu mengurangi produksi keringat, misalnya saat beraktivitas di luar ruangan atau mudah berkeringat.
Keduanya juga dapat digunakan secara bersamaan karena memiliki fungsi yang berbeda. Selain itu, saat ini tersedia banyak produk yang menggabungkan fungsi deodoran dan antiperspiran dalam satu kemasan sehingga dapat membantu mengurangi bau badan sekaligus mengontrol produksi keringat.
Perlu diingat bahwa respons setiap orang terhadap suatu produk dapat berbeda-beda. Kondisi kulit, tingkat produksi keringat, hingga kandungan dalam produk dapat memengaruhi hasil penggunaan. Jika memiliki kulit sensitif, lakukan uji coba pada area kecil kulit (patch test) terlebih dahulu dan hentikan penggunaan apabila muncul tanda-tanda iritasi.
Memahami fungsi dan cara kerja deodoran maupun antiperspiran dapat membantu memilih produk yang sesuai dengan kebutuhan sehari-hari. Jika lebih terganggu oleh bau badan, deodoran dapat menjadi pilihan. Sementara itu, antiperspiran dapat dipertimbangkan bagi mereka yang ingin membantu mengurangi produksi keringat, terutama saat beraktivitas atau mudah berkeringat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Dewi Bulan/Magang
Editor: Dwi Lindawati








