MOJOKERTO, Tugujatim.id – Data Tunggal Sosial Ekonomi Nasional (DTSEN) menjadi acuan utama proses verifikasi data calon siswa Sekolah Rakyat. Data hasil kolaborasi Kementerian Sosial (Kemensos) dengan Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat sejumlah 46.481 anak calon siswa. Data tersebut berasal dari calon siswa untuk tiap jenjang pendidikan, mulai SD, SMP, hingga SMA.
“Berdasarkan data tersebut nanti kami verifikasi lapangan, siapa saja peserta didik di Kabupaten Mojokerto. Tidak boleh asal, harus bersumber dari data Kementerian Sosial yang diserahkan ke dinas sosial setempat,” terang Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kabupaten Mojokerto Tri Raharjo pada Senin (14/04/2025).
Baca Juga: Mensos Saifullah Yusuf Tinjau Lokasi Usulan Sekolah Rakyat di Mojokerto, Butuh Lahan 6 Ha
Sementara itu, proses verifikasi yang sedang berjalan dimulai untuk calon siswa jenjang SMP terlebih dahulu. Kesepakatan ini diambil berdasar berbagai pertimbangan. Seperti, siswa usia SMP dipandang lebih siap untuk tinggal di asrama. Sebab, Sekolah Rakyat nantinya mewajibkan siswa untuk tinggal di asrama.
“Modelnya boarding school, sekolah berasrama, sementara kami memandang anak usia SMP bisa untuk memenuhi kriteria tersebut,” sambung Tri.
Dengan demikian, Pemkab Mojokerto menyepakati sasaran siswa Sekolah Rakyat tahun ini menyasar anak usia 12-13 tahun, berdasarkan hasil verifikasi dan validasi (verval). Data DTSEN Kemensos menyebutkan bahwa tercatat sejumlah 6.571 anak berusia jenjang SMP perlu diverifikasi oleh Dinsos Kabupaten Mojokerto.
“Setelah kami verval, nanti menyasar anak usia 12-13 tahun, harapannya yang nanti menjadi siswa sekolah rakyat ini mulai kelas 1 SMP,” beber Tri.
Dinas Sosial Kabupaten Mojokerto bakal memaksimalkan proses verval melalui tenaga pendamping Program Keluarga Harapan (PKH). Masyarakat yang telah mengisi formulir dari tenaga pendamping PKH akan mengikuti pula tahapan lanjutan yakni verifikasi faktual berdasarkan kondisi lapangan.
“Tahapan kami nanti sosialisasi oleh teman-teman pendamping PKH, hal itu agar bisa mengetahui calon-calon siswa yang tertarik. Ketika ada calon siswa tertarik, nanti disiapkan form, lalu verifikasi validasi, kondisi rumahnya seperti apa, kondisi sosial ekonominya juga bagaimana, itu kami siapkan, dari dinsos setempat,” urai Tri.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








