MOJOKERTO, Tugujatim.id – Nasib buruh PT Pabrik Kertas Indonesia (Pakerin) Mojokerto kian buram. Meski sudah dua kali melakukan dengar pendapat dengan anggota dewan, nyatanya Tunjangan Hari Raya (THR) 2025 pekerja PT Pakerin Mojokerto belum terbayar seutuhnya.
Bahkan, pihak perusahaan hanya menyanggupi pemberian gaji sejumlah 10% per bulan untuk periode Mei hingga Desember 2025 bila ingin mengindari pemutusan hubungan kerja (PHK).
Baca Juga: THR Tak Dibayar Penuh, Buruh PT Pakerin Mojokerto Nyambi Ojol
“Tentunya kami berharap agar perusahaan kembali beroperasi dengan normal. Nominal gaji 10% dari biasanya tentu tidak cukup bagi kami, minimal 75% agar kami bisa bertahan hidup,” ujar Ketua SPSI PT Pakerin Mojokerto Heru Nugroho pada Jumat (25/04/2025).
Sebagai tindak lanjut, perwakilan serikat buruh sudah dua kali mengadakan hearing dengan DPRD Kabupaten Mojokerto. Hearing tersebut bermaksud ingin mendapat dukungan perihal kepastian nasib mereka.
“Sangat memberatkan jujur saja. Harapan kami agar semua bisa normal lagi, tidak ada (buruh) yang dirumahkan, makanya kami hearing tersebut,” sambung Heru.
Ribuan Pekerja PT Pakerin Mojokerto Terancam Dirumahkan
Dia melanjutkan, ada sekira 1.700 buruh, baik karyawan tetap maupun kontrak. Namun, dalam perjanjian bersama (PB) yang sebelumnya diteken, ribuan pekerja PT Pakerin Mojokerto terancam dirumahkan akibat kondisi perusahaan yang tidak jelas.
“Sekarang, dalam PB, sekitar 370 orang masih kerja dan bisa ditambah sesuai dengan kebutuhan, karena kondisi keuangan perusahaan,” tuturnya.
Baca Juga: THR Tak Utuh, Buruh PT Pakerin di Mojokerto Demo Tuntut Hak
Terpisah, Manajer Keuangan PT Pakerin Mojokerto Suryo Murti mengatakan, pihak perusahaan berupaya menyelesaikan problem ini secara bipartit dengan pekerja. Selain itu, perusahaan terganggu operasionalnya akibat beberapa faktor. Seperti, konflik internal keluarga pemilik yang berlarut-larut hingga kondisi industri kertas makin tertekan akibat biaya produksi tak sebanding dengan perolehan penjualan produk.
’’Pihak perusahaan terus menjalin komunikasi dengan pekerja untuk mencari solusi terbaik untuk keberlangsungan perusahaan maupun kesejahteraan karyawan,’’ urainya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati







