JEMBER, Tugujatim.id – Vihara Dhamma Metta di Jember tampil sebagai lembaga keagamaan yang tidak sekadar fokus pada ritual spiritual, melainkan juga aktif dalam kegiatan sosial dan pelestarian budaya.
Ketua Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Jember Pandita Sutarno, mengungkap filosofi dan misi mendalam di balik berdirinya Vihara Dhamma Metta.
Filosofi dan Tradisi Patung Suci
Salah satu hal menarik dari Vihara Dhamma Metta adalah keberadaan patung-patung spiritual yang menghiasi area vihara. Patung Kwan Im, misalnya, dipilih sebagai simbol kemakmuran, kesehatan, dan ketenteraman.
Sementara patung Dewa Brahma dengan empat mukanya melambangkan kebijaksanaan universal.
Baca Juga: Perayaan Trisuci Waisak di Jember, Tiga Unsur Penting Agama Buddha
“Kami tidak sekadar mendirikan patung, melainkan mengacu pada situasi dan kondisi lokal Jember,” jelas Pandita Sutarno, Senin (12/05/2025).
Menurut dia, setiap patung memiliki makna filosofis yang mendalam, termasuk kisah Dewa Brahma Sampati yang pernah meminta Sang Buddha untuk mengajarkan dharma kepada umat manusia.
Misi Sosial dan Kemanusiaan
Yayasan Metta yang menaungi vihara ini memiliki cakupan kegiatan yang jauh melampaui ritual keagamaan. Lembaga ini secara aktif terlibat dalam berbagai program sosial, budaya, dan pendidikan.
Sekolah minggu yang diselenggarakan menjadi salah satu wujud nyata komitmen mereka dalam pembinaan generasi muda. Kepedulian sosial vihara ini tercermin dalam kegiatan tahunan yang mereka lakukan.

Setiap tahun, mereka menggelar prosesi tabur bunga di makam pahlawan dan membagikan bantuan sosial kepada masyarakat Kecamatan Patrang dan warga yang membutuhkan.
“Tabur bunga ini bertujuan mendoakan para pahlawan yang gugur, sembari berharap mereka turut berbahagia melihat perbuatan baik yang dilakukan untuk leluhur,” ungkap Sutarno.
Transformasi Spiritual dan Sosial
Vihara Dhamma Metta menunjukkan bahwa praktik keagamaan Buddha tidak sekadar berkutat pada ritual spiritual, melainkan juga memiliki dimensi sosial yang kuat. Melalui berbagai kegiatannya, vihara ini membuktikan bahwa ajaran Buddha Gautama dapat diterjemahkan dalam konteks kemanusiaan dan kepedulian sosial kontemporer.
Dengan pendekatan yang komprehensif ini, Vihara Dhamma Metta tidak hanya menjadi tempat ibadah, melainkan juga pusat pemberdayaan masyarakat yang menginspirasi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati







