JEMBER, Tugujatim.id – Dalam pusaran kompetisi ketat penerimaan Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) tahap II, Bupati Jember Muhammad Fawait beri semangat kepada ribuan peserta. Bahkan, Gus Fawait memantau langsung ujian seleksi PPPK di Balai Serba Guna (BSG), Senin (12/05/2025).
Gus Fawait memimpin langsung proses pendampingan peserta seleksi PPPK tahap II, didampingi Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin. Kedua pemimpin itu hadir dan memberikan motivasi tersendiri bagi para kandidat yang berjuang mendapatkan formasi terbatas.
Baca Juga: Gus Fawait Resmi Teken SK Honorer PPPK Tahap 1 dan Libur Guru, Utamakan Kesejahteraan Tenaga Kerja
“Kami ingin sekali semua peserta dapat lolos. Namun, kami paham keputusan akhir ada di pemerintah pusat,” ujar Gus Fawait dengan nada penuh empati.
Seleksi PPPK kali ini bukan sekadar ujian kompetensi, melainkan perjuangan sistemik para pencari kerja dalam birokrasi pemerintahan. Keterbatasan formasi menjadi cermin kompleksnya proses penerimaan pegawai negeri di Indonesia.
Peserta Berasal dari Luar Jember
Sementara itu, Anggota Komisi II DPR RI Muhammad Khozin mengungkap bahwa terdapat sebanyak 10.000 peserta yang mengikuti seleksi PPPK tahap II. Selain Kabupaten Jember, para peserta berasal dari Kabupaten Lumajang, Situbondo, dan Bondowoso.
Dia juga menegaskan, dari puluhan ribu peserta itu, formasi yang tersedia sangat minim, yaitu sekitar 148 dari 3.800 formasi. Hal ini membuat peluang kelulusan sangat tipis, yakni hanya 1 berbanding 30 hingga 40 peserta.
Statistik mengejutkan terungkap dalam seleksi kali ini. Dari total 10.000 peserta yang bersaing, hanya tersedia 148 formasi dari kebutuhan 3.800 posisi. Hal ini membuat peluang kelulusan nyaris mustahil, dengan perbandingan ekstrem 1 berbanding 30 hingga 40 peserta.
Kondisi ini mencerminkan tantangan berat bagi para pencari kerja dalam sistem rekrutmen pemerintahan, di mana kesempatan sangatlah terbatas namun minat tetap tinggi. Para pejabat berharap semangat dan dedikasi para peserta tidak surut meskipun menghadapi persaingan yang ketat.
“Possibility lolosnya itu 1 banding 30 sampai 40,” tegas pria yang akrab disapa Gus Khozin itu. (adv)
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








