• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Candi Brahu Mojokerto

Candi Brahu Mojokerto bakal segera diekskavasi (Hanif)

Ekskavasi Candi Brahu Mojokerto Bakal Sasar Temuan Pagar

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in Sastra & Budaya
0
Share on FacebookShare on Twitter

MOJOKERTO, Tugujatim.id – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur segera melakukan ekskavasi Candi Brahu Mojokerto. Ekskavasi bakal menyasar titik temuan pagar. 

Rencana, ekskavasi candi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan ini menelusuri temuan pagar keliling di sisi selatan candi. Selain itu, ekskavasi nantinya juga akan menyasar sebaran cagar budaya di komplek candi bercorak tersebut.

You might also like

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

21/05/2026 3:32 PM
Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

11/04/2026 3:25 AM

“Ekskavasi insyaAllah bulan Mei 2025, tanggal 14 Mei 2025 nanti,” terang Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heryani, Selasa (13/05/2025).

Sementara itu, dari laman BPK XI Jawa Timur, ditulis bahwa keberadaan Candi Brahu dicatat pada tahun 1815 oleh Wardenaar, saat dirinya mendapat tugas dari Raffles untuk melakukan pencatatan peninggalan arkeologi di daerah Mojokerto.

Hasil kerja Wardenaar ini lantas dicantumkan oleh Raffles dalam buku “History of Java” terbitan tahun 1817 silam.

Tak hanya itu, Candi Brahu ini diduga merupakan candi tertua yang berada di wilayah Trowulan. Dugaan ini berangkat dari prasasti Alasantan yang ditemukan tak jauh dari Candi Brahu. Prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 861 Saka atau 939 Masehi.

Isi prasasti tersebut menyebutkan nama sebuah bangunan suci yaitu Waharu atau Warahu. Nama tersebut diduga sebagai asal nama Candi Brahu sekarang.

Candi Brahu terdiri dari sebuah bangunan dengan denah persegi dengan ukuran sekira 20,7 meter x 20,7 meter. Bangunan candi ini terdiri dari kaki, tubuh dan atap.

Kaki Candi Brahu tampak polos tanpa hiasan. Sementara tubuh candi memiliki ukuran 10,5 meter x 10 meter dengan tinggi 9,6 meter dan mempunyai banyak penampil pada dinding.

BACA JUGA : Disbudporapar Tambah Lagi Usulan Cagar Budaya Mojokerto, Termasuk Candi Jedong

Candi Brahu juga mempunyai bilik yang bagian dalam atasnya berbentuk piramida. Lalu, terdapat pula bagian bilik berukuran 4 meter x 4 meter menghadap ke barat sehingga penampil lebih menjorok daripada sisi-sisi lainnya. Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan susunan bata baru yang dipasang pada masa pemerintahan Belanda silam.

Masih dari laman BPK XI, hasil Analisa menunjukkan pertanggaan radio carbon arang pada Candi Brahu berasal dari masa antara tahun 1410 hingga 1646. Candi Brahu memiliki anak tangga yang terletak pada sisi barat yang digunakan sebagai akses menuju selasar candi.

Sementara antara selasar dengan bilik tidak terdapat akses tangga naik. Atap Candi Brahu memiliki ukuran tinggi sekira 6 meter. Lalu, pada bagian timur laut memperlihatkan menara sudut dengan denah lingkaran berbentuk menyerupai bagian stupa. Selain itu juga ditemukan sebuah struktur bata kuno yang berada pada barat daya Candi Brahu.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Hanif Nanda Zakaria

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita mojokertocagar budayaCandi MojokertoKabupaten MojokertoMojokertoSejarah Mojokerto
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Malang

Gali Sejarah Teater Malang, DKM Kembali Gelar “SERAT” untuk Jembatani Kreatifitas Lintas Generasi

by Mochamad Abdurrochim
21/05/2026 3:32 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Dewan Kesenian Kota Malang (DKM) kembali menghadirkan ruang diskusi santai bagi para pegiat seni teater lewat agenda...

Busana Khas Malang

Kajian Sejarah Busana Khas Malang

by Darmadi Sasongko
11/04/2026 3:25 AM
0

Tugujatim.id - Kajian Sejarah Busana Khas Malang ditulis oleh Dwi Cahyono, Yayasan Inggil. Identitas sebuah daerah tidak hanya tercermin dari...

DPRD Kota Malang Catat PR Krusial di HUT ke-112, Kemiskinan hingga Banjir Belum Tuntas

Klambi Indis dari Sudut Pandang Seni Kontemporer

by Darmadi Sasongko
10/04/2026 11:05 AM
0

Tugujatim.id - Klambi Indis, dari sudut pandang Seni Kontemporer ditulis oleh Dimas Novib S, Pengurus Dewan Kesenian Malang. Tulisan ini...

Perjalanan Menuju Pertaubatan

Perjalanan Menuju Pertaubatan

by Dwi Linda
22/02/2026 11:43 AM
0

Oleh: Muhammad Mufid, Cerpenis Difabel di Malang Tugujatim.id - Malam sudah larut dan jalanan Kota Jakarta tampak lengang. Lampu-lampu jalan...

Next Post
Arang Kayu Asem Tuban

Arang Kayu Asem Tuban Dilirik Qatar dan Arab Saudi, Produksi Naik Jelang Idul Adha

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID