MOJOKERTO, Tugujatim.id – Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Jawa Timur segera melakukan ekskavasi Candi Brahu Mojokerto. Ekskavasi bakal menyasar titik temuan pagar.
Rencana, ekskavasi candi di Desa Bejijong, Kecamatan Trowulan ini menelusuri temuan pagar keliling di sisi selatan candi. Selain itu, ekskavasi nantinya juga akan menyasar sebaran cagar budaya di komplek candi bercorak tersebut.
“Ekskavasi insyaAllah bulan Mei 2025, tanggal 14 Mei 2025 nanti,” terang Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah XI Endah Budi Heryani, Selasa (13/05/2025).
Sementara itu, dari laman BPK XI Jawa Timur, ditulis bahwa keberadaan Candi Brahu dicatat pada tahun 1815 oleh Wardenaar, saat dirinya mendapat tugas dari Raffles untuk melakukan pencatatan peninggalan arkeologi di daerah Mojokerto.
Hasil kerja Wardenaar ini lantas dicantumkan oleh Raffles dalam buku “History of Java” terbitan tahun 1817 silam.
Tak hanya itu, Candi Brahu ini diduga merupakan candi tertua yang berada di wilayah Trowulan. Dugaan ini berangkat dari prasasti Alasantan yang ditemukan tak jauh dari Candi Brahu. Prasasti ini dikeluarkan oleh Raja Mpu Sindok pada tahun 861 Saka atau 939 Masehi.
Isi prasasti tersebut menyebutkan nama sebuah bangunan suci yaitu Waharu atau Warahu. Nama tersebut diduga sebagai asal nama Candi Brahu sekarang.
Candi Brahu terdiri dari sebuah bangunan dengan denah persegi dengan ukuran sekira 20,7 meter x 20,7 meter. Bangunan candi ini terdiri dari kaki, tubuh dan atap.
Kaki Candi Brahu tampak polos tanpa hiasan. Sementara tubuh candi memiliki ukuran 10,5 meter x 10 meter dengan tinggi 9,6 meter dan mempunyai banyak penampil pada dinding.
BACA JUGA : Disbudporapar Tambah Lagi Usulan Cagar Budaya Mojokerto, Termasuk Candi Jedong
Candi Brahu juga mempunyai bilik yang bagian dalam atasnya berbentuk piramida. Lalu, terdapat pula bagian bilik berukuran 4 meter x 4 meter menghadap ke barat sehingga penampil lebih menjorok daripada sisi-sisi lainnya. Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan susunan bata baru yang dipasang pada masa pemerintahan Belanda silam.
Masih dari laman BPK XI, hasil Analisa menunjukkan pertanggaan radio carbon arang pada Candi Brahu berasal dari masa antara tahun 1410 hingga 1646. Candi Brahu memiliki anak tangga yang terletak pada sisi barat yang digunakan sebagai akses menuju selasar candi.
Sementara antara selasar dengan bilik tidak terdapat akses tangga naik. Atap Candi Brahu memiliki ukuran tinggi sekira 6 meter. Lalu, pada bagian timur laut memperlihatkan menara sudut dengan denah lingkaran berbentuk menyerupai bagian stupa. Selain itu juga ditemukan sebuah struktur bata kuno yang berada pada barat daya Candi Brahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko







