JEMBER, Tugujatim.id – Di balik kesederhanaan Desa Kamal, Kecamatan Arjasa, Kabupaten Jember, tersembunyi Situs Klanceng, sebuah harta karun arkeologis yang belum mendapat perhatian memadai.
Biasanya, benda-benda bersejarah terdapat di museum daerah atau kota. Berbeda dengan situs ini, yang dibiarkan terletak di antara rumah warga di pedesaan Kamal.
Selain itu, terselip di antara lahan pertanian dan pemukiman penduduk, artefak prasejarah berbentuk menyerupai alat musik gamelan Jawa, yang dikenal sebagai batu kenong, terbengkalai tanpa perlindungan yang layak.
Sebagian telah dikumpulkan di lokasi yang disebut penduduk sebagai Situs Klanceng. Salah seorang tokoh masyarakat, Kusnadi (58), mengungkapkan keprihatinannya mengenai kondisi peninggalan bersejarah tersebut.
“Jumlahnya mungkin mencapai ribuan jika dilakukan pencarian menyeluruh, namun sebagian besar masih belum teridentifikasi,” ungkapnya ketika Tugujatim.id pada Minggu (18/5/2025).
Pak Kusnadi menuturkan bahwa eksistensi artefak purba ini sudah lama menjadi pengetahuan umum warga setempat. Lokasi penemuan yang tersebar di area pertanian dan pekarangan pribadi warga menyulitkan upaya pelestarian secara swadaya.
“Artefak-artefak tersebut berada di tengah lahan pertanian dan halaman rumah penduduk, sehingga belum ada upaya sistematis untuk pendataan atau pengamanan,” jelasnya.
BACA JUGA: Ekskavasi Candi Brahu Mojokerto Bakal Sasar Temuan Pagar
Beliau berharap pihak berwenang dapat mengambil inisiatif konservasi, tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga untuk mengembangkan potensi wisata sejarah di desa tersebut.
“Idealnya, artefak-artefak itu dikumpulkan di satu lokasi, dibuatkan fasilitas semacam museum kecil,” ungkapnya penuh harap.
Menurutnya, pusat informasi prasejarah di Desa Kamal dapat menjadi magnet untuk menarik wisatawan lokal maupun asing, agar ada yang berkunjung desa tersebut. “Selain itu, agar Desa Kamal juga dikenal. Selama ini artefak-artefak tersebut hanya dilihat sekilas tanpa pemahaman lebih jauh,” katanya dengan nada lirih.
Dengan tutur kata yang tenang namun bermakna dalam, Pak Kusnadi menyimpan aspirasi agar peninggalan kuno di desanya tidak terus terabaikan. Karena baginya, setiap batu menyimpan narasi sejarah yang pantas diketahui oleh generasi mendatang.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








