TUBAN, Tugujatim.id – Seluruh jemaah haji asal Kabupaten Tuban yang tergabung dalam kloter 68, 69, dan 70 dipastikan akan tinggal di pemondokan yang sama selama berada di Arab Saudi. Hal ini menjadi kabar baik karena jemaah haji Tuban ini masuk dalam gelombang kedua dan tergabung dalam satu syarikah atau perusahaan penyelenggara layanan haji.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Tuban Umi Kulsum mengungkapkan bahwa kebijakan penempatan jemaah dalam satu syarikah ini sangat menguntungkan. Bukan hanya memudahkan pelayanan, tetapi juga menjaga kekompakan dan kenyamanan selama menjalani ibadah haji.
Baca Juga: Unik! Sandal Jepit hingga Boneka Jadi Penanda Koper Jemaah Haji Tuban
“Alhamdulillah, jemaah haji Tuban yang berangkat tahun ini tidak terpencar. Kloter 68, 69, dan 70 semuanya berada di bawah Syarikah Arifadah. Ini mempermudah dari sisi logistik, koordinasi, dan tentunya menjaga rasa kekeluargaan antarjemaah,” jelas Umi saat ditemui di kantornya, Senin (19/05/2025).
Umi juga menjelaskan bahwa syarikah merupakan lembaga mitra yang ditunjuk langsung oleh Pemerintah Arab Saudi untuk menangani pemondokan, konsumsi, dan transportasi jemaah selama berada di Tanah Suci. Karena itu, keterpaduan ini menjadi penting agar jemaah haji Tuban bisa menjalankan ibadah dengan lebih khusyuk dan tertib.
Imbauan Jemaah Patuhi Aturan
Selain kloter utama, jemaah dalam kloter gabungan pun turut mendapat perhatian. Kloter 66 yang hanya berisi 10 jemaah asal Tuban akan diberangkatkan pada Selasa (20/05/2025) bersama jemaah dari Kabupaten Bojonegoro.
Sedangkan kloter 86, berjumlah 107 orang akan berangkat pada 26 Mei dan tergabung dalam syarikah Rafa Mina bersama jemaah dari Kota Probolinggo dan Surabaya.
“Semuanya sudah diatur agar tidak ada jemaah yang terpisah dari kelompoknya. Kami bersyukur komunikasi antar-Kemenag kabupaten berjalan lancar,” imbuh Umi.
Total keseluruhan jemaah haji asal Tuban tahun ini mencapai 1.054 orang. Seluruh koper jemaah juga telah dikumpulkan dan ditandai agar tidak tertukar. Mereka diberangkatkan oleh bupati Tuban secara bertahap dari Pendapa Kridha Manunggal menuju Embarkasi Surabaya.
Umi juga mengimbau para jemaah untuk mematuhi aturan, termasuk soal batas maksimal berat koper, barang yang tidak boleh dibawa, dan ketertiban saat pemberangkatan.
“Harapan kami, semua jemaah bisa menjalankan ibadah dengan lancar, sehat, dan menjadi haji yang mabrur,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








