MOJOKERTO, Tugujatim.id – Nasib nahas dialami oleh SN, warga yang sehari-hari tinggal di Bendul Merisi, Wonokromo, Surabaya. Dia diduga menjadi korban perampokan di hutan Mojokerto.
Saat itu, dia tiba-tiba dibuang oleh seseorang di hutan kayu putih sekitaran Dawarblandong dengan wajah penuh luka. SN mengaku kepada salah satu warga bahwa dirinya telah dirampok dan barang-barang berharga miliknya dibawa kabur pelaku.
Baca Juga: Palsukan Perampokan, Kronologi 3 Warga di Jember Ngaku Korban Begal
SN, korban perampokan di hutan Mojokerto ini mendatangi salah satu rumah warga sekira 100 meter dari jalan raya. Saat tiba di salah satu rumah warga, kondisi SN babak belur. Banyak luka lebam di bagian kepala.
“Dia datang dengan wajah yang penuh luka, babak belur,” ungkap salah satu warga, Sudarsono, Selasa (20/05/2025).
Kronologi Perampokan
Walau dalam kondisi lemas, SN masih bisa menjawab pertanyaan dari warga. Perempuan yang kala itu mengenakan atasan hitam dengan bawahan jeans ini mengaku dirinya dibonceng oleh pelaku menggunakan kendaraan roda dua yang meluncur dari arah Surabaya.
Nahas, begitu tiba di tempat kejadian, korban diturunkan dari motor secara paksa. Tidak hanya itu, korban lantas dipukuli dengan tangan kosong oleh pelaku hingga babak belur.
Setelah SN tidak berdaya, aksi pelaku tidak berhenti. Pelaku lantas merampas barang-barang berharga milik SN. Korban SN lalu ditinggalkan begitu saja oleh pelaku di kawasan hutan kayu putih.
“Korban mengaku dipukul dari belakang. Katanya tas dan HP-nya diambil pelaku,” tambah Sudarsono.
Warga lantas berinisiatif membawa korban ke puskesmas terdekat untuk mendapat perawatan medis. Kejadian ini juga dilaporkan ke polisi.
“Iya, korban sudah lapor ke Polsek Dawarlandong. Saat ini kasusnya sedang dalam penyelidikan,” terang Kasi Humas Polres Mojokerto Kota Ipda Slamet Haryono saat diwawancara terpisah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








