MOJOKERTO, Tugujatim.id – Puncak haji 2025 yakni pelaksanaan Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) tersisa sekira dua pekan lagi. Sementara itu, kelompok terbang (kloter) jemaah haji Mojokerto sempat melakukan beberapa agenda sembari menanti pelaksanaan Armuzna.
Jemaah haji Mojokerto pun mulai mengunjungi situs-situs sarat nilai sejarah hingga melakukan ibadah umrah sunnah.
Baca Juga: Unik! Sandal Jepit hingga Boneka Jadi Penanda Koper Jemaah Haji Tuban
Seperti mengunjungi salah satu situs suci yakni Gua Hira. Gua ini memiliki sejarah tinggi karena menjadi tempat di mana Nabi Muhammad SAW menerima wahyu dari Allah SWT melalui malaikat Jibril untuk pertama kalinya.
“Rata-rata Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) yang tergabung dalam kloter SUB 13 sambil menunggu waktu Armuzna. Mereka melakukan umrah sunnah. Ada yang sudah 2 kali umroh (sunnah) ada yang sudah 3 kali juga,” kata Ketua Kloter SUB 13 Andi Syamsul Bachtiar pada Jumat (23/05/2025).
Meski demikian, jemaah haji Mojokerto tidak boleh sembarangan melakukan umrah sunnah. Sebab, ada imbauan dari Pemerintah Arab Saudi agar yakni jemaah disarankan tidak keluar jauh dari area Mekkah.
“Maka untuk umrah sunnah diarahkan untuk ambil miqot di Masjid Tan’im atau Masjid Aisyah,” sambung Andi.
Jemaah Kesulitan Adaptasi Cuaca di Arab
Sementara itu, jemaah haji Mojokerto yang hendak umrah sunnah sangat tidak disarankan miqot di luar seperti di Ji’ranah atau Hudaibiyah. Sebab, pemeriksaan untuk masuk lagi ke Makkah sangat ketat.
“Dikhawatirkan jemaah kesulitan untuk masuk lagi,” ujar Andi.
Artinya, jemaah haji Mojokerto baru dibolehkan berada jauh dari Makkah untuk mengambil miqot hingga puncak haji atau Armuzna selesai.

Dari sisi kesehatan, Andi mengaku bahwa jemaah haji tidak mengalami masalah kesehatan serius. Hanya, beberapa jemaah sempat mengalami kesulitan menyesuaikan diri dengan cuaca di Arab Saudi.
“Alhamdulillah, tidak ada sakit yang berarti. Hanya wajar perubahan cuaca, capek. Seperti masuk angin, greges gitu,” urai Andi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








