MOJOKERTO, Tugujatim.id – Kian kuat dugaan bahwa Candi Brahu Mojokerto sebagai bangunan suci keagamaan masa lalu. Selain struktur pagar keliling hasil ekskavasi beberapa waktu lalu, hal ini didukung dengan Prasasti Alasantan berangka tahun 861 Saka atau 939 Masehi. Struktur yang letaknya tak jauh dari candi tersebut diduga menjadi pendukung ritual keagamaan.
Selain itu, terdapat pula temuan lain berupa artefak keramik dan gerabah. Temuan yang ditemukan oleh tim dari Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) tahun 2014 silam tersebut bersamaan pula dengan ditemukannya jobong hingga wadah air zaman kuno.
Sementara, baik jobong maupun wadah air tersebut erat berkaitan dengan ritus-ritus keagamaan. “Biasanya menjadi barang bawaan, atau untuk menyucikan diri sebelum memasuki area-area yang disucikan,” ungkap peneliti sekaligus arkeolog BPK Wilayah XI Jatim, Muhammad Ichwan, Minggu (01/06/2025).
Sebelumnya, ekskavasi terbaru untuk Candi Brahu sudah berakhir sejak Rabu (28/05/2025) lalu. Selain pagar keliling, ekskavasi yang berlangsung pada sisi selatan candi ini memunculkan pula struktur ruang suci. Sementara, struktur pagar keliling candi yang terdiri dari susunan batu bata merah berukuran 30 centimeter tersebut mayoritas dalam kondisi rusak.
BACA JUGA: Ekskavasi Candi Brahu Mojokerto Bakal Sasar Temuan Pagar
Struktur pagar keliling hasil temuan tim ekskavasi diduga berasal dari masa pemerintahan Mpu Sendok. Struktur pagar keliling mengalami kerusakan sebab diduga lokasi ekskavasi ini bekas tempat pembuatan batu bata merah.
Sebagai informasi, Candi Brahu terdiri dari sebuah bangunan dengan denah persegi dengan ukuran sekira 20,7 meter x 20,7 meter. Bangunan candi ini terdiri dari kaki, tubuh dan atap. Kaki Candi Brahu tampak polos tanpa hiasan. Sementara tubuh candi memiliki ukuran 10,5 meter x 10 meter dengan tinggi 9,6 meter dan mempunyai banyak penampil pada dinding.
Candi Brahu juga mempunyai bilik yang bagian dalam atasnya berbentuk piramida. Lalu, terdapat pula bagian bilik berukuran 4 meter x 4 meter menghadap ke barat sehingga penampil lebih menjorok daripada sisi-sisi lainnya. Bagian tubuh Candi Brahu sebagian merupakan susunan bata baru yang dipasang pada masa pemerintahan Belanda silam.
BACA JUGA: Sepekan Ekskavasi Candi Brahu Mojokerto, Ini Temuan Arkeolog
Laman BPK XI menyebutkan bahwa hasil analisa menunjukkan pertanggaan radio carbon arang pada Candi Brahu berasal dari masa antara tahun 1410 hingga 1646. Candi Brahu memiliki anak tangga yang terletak pada sisi barat yang digunakan sebagai akses menuju selasar candi.
Sementara antara selasar dengan bilik tidak terdapat akses tangga naik. Atap Candi Brahu memiliki ukuran tinggi sekira 6 meter. Lalu, pada bagian timur laut memperlihatkan menara sudut dengan denah lingkaran berbentuk menyerupai bagian stupa. Selain itu juga ditemukan sebuah struktur bata kuno yang berada pada barat daya Candi Brahu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








