JEMBER, Tugujatim.id – Salah satu universitas di Italia, menawarkan peluang bagi mahasiswa Universitas Jember (Unej) untuk meraih gelar magister ekonomi dan sains kopi. Negara dengan julukan negeri pasta ini juga memiliki tradisi kopi yang mengakar kuat.
Mahasiswa Unej pun dapat mempelajari berbagai terminologi kopi populer seperti latte, cappuccino, espresso, dan macchiato semuanya lahir dari bahasa Italia, mencerminkan betapa kuatnya budaya kopi di sana meski tidak memiliki perkebunan kopi sendiri.
Tradisi panjang ini mendorong berkembangnya riset kopi di berbagai universitas Italia, termasuk University of Udine yang kini membuka kesempatan bagi alumni Universitas Jember untuk menempuh pendidikan magister dalam bidang Coffee Economics and Sciences.
Baca Juga: Berkat Turbin Angin, Tim Mahasiswa Teknik Unej Sabet Juara 3 Kompetisi Desain Global 2025
Informasi menarik ini dibagikan oleh seorang guru besar Unej Prof. Soni Sisbudi di Fakultas Teknologi Pertanian. Profesor yang menggeluti riset kopi ini baru saja menghadiri pertemuan dengan akademisi Italia di Kedutaan Besar Italia, Jakarta, pada akhir Mei lalu.
Acara bertema “Brewing The Future: Innovation and Sustainability for Indonesian Coffee” tersebut menjadi wadah pertukaran pengetahuan antara para ahli kopi dari kedua negara.
Setelah diskusi bersama Kedutaan Italia memberikan kesempatan dan peluang melalui studi lanjut pascasarjana bagi lulusan Unej di University of Udine. Program ini terbuka tidak hanya untuk alumni fakultas pertanian seperti Fakultas Pertanian dan Fakultas Teknologi Pertanian, tetapi juga untuk lulusan dari fakultas lain seperti Ekonomi Bisnis dan Ilmu Budaya.
“Hal ini karena studi kopi memiliki cakupan yang sangat luas, terutama dengan munculnya konsep perkebunan kopi berkelanjutan,” ungkap akademisi yang kerap dipanggil Prof. Soni itu pada Rabu (04/06/2025).
Dia menjelaskan, acara tersebut dibuka secara langsung oleh Duta Besar Italia untuk Indonesia, H.E. Roberto Colamine, bersama Atase Pendidikan Prof. Roberto Carniel.
Turut hadir delegasi peneliti Italia terdiri dari Tullio Gregory dari University of Trieste, Guido Nassimbeni, Pitero Romano, dan Prof. Marco Zancani dari University of Udine. Sementara itu, ada dari sektor industri, yang diwakili oleh Gerrado Patacconi dari Illy Caffe, yang juga bertindak sebagai sponsor program beasiswa magister ini.
“Syukur alhamdulillah, Indonesia hanya diwakili oleh peneliti dari Unej, hal ini membuktikan pengakuan internasional terhadap keahlian peneliti kopi kami. Para akademisi Italia bahkan berencana berkunjung ke kampus Unej, sementara pihak Kedutaan Italia juga tertarik menjalin kemitraan dengan universitas kami,” kata Prof. Soni dengan bangga.
Hasil Penelitian Temukan Kendala Petani Kopi
Dalam forum tersebut, Prof. Soni menjelaskan terkait hasil riset berjudul “Towards Sustainable Coffee Production in Indonesia: Challenges, Innovations, and Future Pathways”. Riset ini mengkaji kondisi perkebunan kopi, khususnya milik petani skala kecil di kawasan pegunungan Ijen dan Raung, Bondowoso.
Temuan penelitiannya mengungkap berbagai kendala yang dihadapi petani, mulai dari dampak perubahan iklim, tanaman kopi yang sudah berusia tua, hingga keengganan generasi muda untuk melanjutkan usaha perkebunan keluarga.
“Data menunjukkan produktivitas kopi petani di wilayah pegunungan Ijen dan Raung mengalami penurunan signifikan, dari yang sebelumnya mencapai sekitar 1,5 ton per hektare menjadi hanya 950 kilogram. Tanpa upaya perbaikan yang komprehensif, saya khawatir akan terjadi penurunan produksi yang lebih drastis,” tutup Prof. Soni.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








