TUBAN, Tugujatim.id – Setelah sempat tutup selama dua hari dan aktivitas sembahyang terhenti total, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban akhirnya kembali dibuka pada Rabu (11/6/2025) pagi. Namun di balik dibukanya kembali klenteng terbesar se-Asia Tenggara itu, konflik internal antar pengurus belum juga tuntas.
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur, Pepeng Putra Wirawan, yang menjadi penengah dalam kisruh tersebut, meminta waktu satu bulan untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di tubuh pengurus klenteng.
“Saya minta waktu satu bulan. Selama waktu itu, saya harap tidak ada pihak yang memancing emosi. Ini sedang masa mediasi,” ujar Pepeng di depan gerbang klenteng.
Menurut Pepeng, sebagai langkah awal menuju rekonsiliasi, Ketua Klenteng terpilih, Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo, diminta untuk sementara tidak beraktivitas di dalam lingkungan klenteng.

“Ketua terpilih sudah buat pernyataan bahwa dalam satu bulan ini dia tidak akan ke klenteng. Saya apresiasi komitmennya untuk memberi ruang bagi proses damai,” tambahnya.
Keputusan ini diambil setelah selama dua hari terakhir, klenteng berada dalam kondisi tidak biasa. Gerbang terkunci, lampu padam, dan tidak ada satupun aktivitas keagamaan berlangsung. Situasi itu memicu keresahan umat, termasuk yang datang dari luar kota seperti Jakarta dan Medan.
Pembukaan kembali klenteng dilakukan dengan cara membongkar rantai yang mengikat pintu gerbang. Pepeng sendiri yang mengambil tindakan tegas tersebut demi mengembalikan fungsi klenteng sebagai tempat ibadah umum. “Klenteng ini milik umat, bukan milik satu kelompok. Tidak boleh ditutup,” tegasnya.
BACA JUGA: 2 Hari Tutup, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Kembali Dibuka
Saat ini, Pepeng mengaku sedang menjalin komunikasi dengan kedua kubu serta tokoh-tokoh Tri Dharma di Surabaya. Mediasi juga melibatkan instansi seperti Polres, FKUB, Kejaksaan, dan Kementerian Agama.
Sementara itu, Kepala kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menyatakan akan mendukung penuh proses penyelesaian konflik ini. Ia berharap Klenteng Kwan Sing Bio kembali menjadi simbol kerukunan umat beragama, bukan sumber perpecahan.
“Kami sudah bentuk rencana forum mediasi lintas instansi, semoga semua pihak bisa menahan diri,” ujar Umi.
Sebelumnya, Klenteng Kwan Sing Bio mendadak gelap gulita sejak Senin malam (9/6/2025). Lampu padam, lilin tak menyala, dan aktivitas sembahyang berhenti total usai digelarnya pemilihan pengurus baru pada Minggu (8/6/2025).
Suasana sempat memanas ketika ketua terpilih, Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo, ditolak masuk untuk melakukan prosesi pengukuhan. Ketegangan sempat terjadi, bahkan nyaris bentrok, sebelum diredam oleh aparat keamanan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








