• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Klenteng Kwan Sing Bio Tuban akhirnya kembali dibuka pada Rabu pagi (11/6/2025)

Pepeng Minta Waktu Sebulan untuk Mediasi Dua Kubu Berseteru di Klenteng Kwan Sing Bio Tuban

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
1 year ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Setelah sempat tutup selama dua hari dan aktivitas sembahyang terhenti total, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban akhirnya kembali dibuka pada Rabu (11/6/2025) pagi. Namun di balik dibukanya kembali klenteng terbesar se-Asia Tenggara itu, konflik internal antar pengurus belum juga tuntas.

Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur, Pepeng Putra Wirawan, yang menjadi penengah dalam kisruh tersebut, meminta waktu satu bulan untuk menyelesaikan polemik yang terjadi di tubuh pengurus klenteng.

You might also like

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

13/06/2026 6:08 PM
Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

13/06/2026 5:25 PM

“Saya minta waktu satu bulan. Selama waktu itu, saya harap tidak ada pihak yang memancing emosi. Ini sedang masa mediasi,” ujar Pepeng di depan gerbang klenteng.

Menurut Pepeng, sebagai langkah awal menuju rekonsiliasi, Ketua Klenteng terpilih, Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo, diminta untuk sementara tidak beraktivitas di dalam lingkungan klenteng.

Klenteng Kwan Sing Bio Tuban 1
Ketua Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) Jawa Timur, Pepeng Putra Wirawan saat di depan gerbang Klenteng Kwan Sing Bio Tuban. Foto Rochim

“Ketua terpilih sudah buat pernyataan bahwa dalam satu bulan ini dia tidak akan ke klenteng. Saya apresiasi komitmennya untuk memberi ruang bagi proses damai,” tambahnya.

Keputusan ini diambil setelah selama dua hari terakhir, klenteng berada dalam kondisi tidak biasa. Gerbang terkunci, lampu padam, dan tidak ada satupun aktivitas keagamaan berlangsung. Situasi itu memicu keresahan umat, termasuk yang datang dari luar kota seperti Jakarta dan Medan.

Pembukaan kembali klenteng dilakukan dengan cara membongkar rantai yang mengikat pintu gerbang. Pepeng sendiri yang mengambil tindakan tegas tersebut demi mengembalikan fungsi klenteng sebagai tempat ibadah umum. “Klenteng ini milik umat, bukan milik satu kelompok. Tidak boleh ditutup,” tegasnya.

BACA JUGA: 2 Hari Tutup, Klenteng Kwan Sing Bio Tuban Kembali Dibuka

Saat ini, Pepeng mengaku sedang menjalin komunikasi dengan kedua kubu serta tokoh-tokoh Tri Dharma di Surabaya. Mediasi juga melibatkan instansi seperti Polres, FKUB, Kejaksaan, dan Kementerian Agama.

Sementara itu, Kepala kantor Kemenag Tuban, Umi Kulsum, menyatakan akan mendukung penuh proses penyelesaian konflik ini. Ia berharap Klenteng Kwan Sing Bio kembali menjadi simbol kerukunan umat beragama, bukan sumber perpecahan.

“Kami sudah bentuk rencana forum mediasi lintas instansi, semoga semua pihak bisa menahan diri,” ujar Umi.

Sebelumnya, Klenteng Kwan Sing Bio mendadak gelap gulita sejak Senin malam (9/6/2025). Lampu padam, lilin tak menyala, dan aktivitas sembahyang berhenti total usai digelarnya pemilihan pengurus baru pada Minggu (8/6/2025).

Suasana sempat memanas ketika ketua terpilih, Go Tjong Ping alias Teguh Prabowo, ditolak masuk untuk melakukan prosesi pengukuhan. Ketegangan sempat terjadi, bahkan nyaris bentrok, sebelum diredam oleh aparat keamanan.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Mochamad Abdurrochim

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita TubanKabupaten TubanKonflik Klenteng Kwan Sing Bio TubanPaguyuban Sosial Marga Tionghoa IndonesiaTuban
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Pasar Gadang.

Pembangunan Pasar Gadang Malang Dinilai Lambat, Warga Khawatir Pedagang Kembali ke Pinggir Jalan

by Dwi Linda
13/06/2026 6:08 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Warga Kota Malang mulai mempertanyakan kelanjutan proyek penataan Pasar Induk Gadang setelah proses relokasi pedagang dilakukan sejak...

Pemkot Malang.

Harga Pertamax Naik, Pemkot Malang Lirik Kendaraan Listrik Tekan Anggaran

by Dwi Linda
13/06/2026 5:25 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) non subsidi mulai berdampak pada biaya operasional pemerintah daerah. Di tengah...

Cuaca di Jawa Timur.

Hujan Ringan dan Udara Kabur Dominasi Cuaca di Jawa Timur 13 Juni 2026, Waspadai Kelembapan Tinggi dan Jarak Pandang

by Dwi Linda
13/06/2026 8:58 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Sabtu (13/06/2026) didominasi hujan ringan, udara kabur, dan kondisi berawan di berbagai wilayah....

Santri

Terkendala Gelombang Tinggi, Pencarian Hari Kedua Santri Terseret Ombak di Blitar Nihil

by Mochamad Abdurrochim
12/06/2026 8:54 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Operasi pencarian terhadap santri asal Kabupaten Kediri yang terseret ombak di Pantai Pangi, Desa Tumpakkepuh, Kecamatan Bakung,...

Next Post
Tefa Auto Hub

Polije Luncurkan Tefa Auto Hub Jawab Tantangan Otomotif Ramah Lingkungan

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID