MOJOKERTO, Tugujatim.id – Jalur non domisili SPMB di Kota Mojokerto 2025 diumumkan pada Jumat (13/06/2025) lalu. Namun, pagu yang disiapkan untuk jenjang SMP negeri ini ternyata tidak terpenuhi. Akibatnya, terdapat 224 kursi yang dialihkan ke jalur domisili.
Dengan demikian bakal tersedia 1.140 kursi untuk jalur domisili. Hal ini imbas dari pagu jalur prestasi, hafiz Al-Qur’an, afirmasi, mutasi atau perpindahan tugas orang tua serta kelas olahraga yang tidak terisi penuh.
“Otomatis dialihkan ke jalur domisili yang berlangsung pada 23 hingga 25 Juni nanti,” ungkap Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Kota Mojokerto melalui Kasi Kurikulum Putra Wira Perkasa, Senin (16/06/2025).
Hal yang sama juga terjadi pada jenjang SD negeri. Total pagu 382 kuota non domisili juga tidak terisi penuh. Maka, sisa 293 kursi dialihkan ke jalur domisili. Dengan demikian bakal tersedia 1.283 kursi untuk jalur domisili pada jenjang SD negeri.
BACA JUGA : Peminat Jalur Prestasi Potensi Banyak Tersisih di SPMB Kota Mojokerto
Sementara, menurut Dikbud Kota Mojokerto, terdapat beberapa faktor calon pendaftar tak bisa lolos jalur non domisili. Seperti usia sertifikat atau piagam kurang dari 6 bulan, atau pihak yang mengeluarkan sertifikat tidak sesuai dengan pedoman teknis (domnis) SPMB 2025.
“Tentunya kami berpedoman pada domnis tersebut. Bila tidak sesuai dengan kriteria, calon pendaftar masih bisa mengikuti jalur pendaftaran lainnya,” tandas Putra
Sementara itu, pagu SPMB Kota Mojokerto 2025 pada jenjang SD negeri berjumlah 1.372 siswa dengan 49 rombongan belajar alias rombel serta pagu untuk SMP negeri berjumlah 2.080 siswa dengan 65 rombel.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Darmadi Sasongko








