MOJOKERTO, Tugujatim.id – Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIB Mojokerto melakukan skrining kesehatan terhadap 55 orang warga binaan. Hasilnya, ada 11 orang warga binaan Lapas Mojokerto yang terindikasi mengidap penyakit TBC atau Tuberkulosis.
Selanjutnya, warga binaan Lapas Mojokerto yang terindikasi mengidap penyakit yang disebabkan oleh bakteri Mycobacterium tuberculosis tersebut akan ditindaklanjuti menggunakan metode Tes Cepat Molekuler (TCM) di Laboratorium Kesehatan Daerah (Labkesda) Kota Mojokerto.
Baca Juga: Jatim Peringkat Kedua Kasus TBC Tertinggi di Indonesia, Total Capai 81.753 Penderita
Kepala Lapas Kelas IIB Mojokerto Rudi Kristiawan mengatakan, ini menjadi upaya preventif untuk menjaga kesehatan lingkungan hunian. Selain itu, program ini rutin digulirkan untuk deteksi dini penyakit menular yang berpotensi menyebar di lingkungan tersebut.
Warga Binaan Dibina Fisik yang Prima
Rudi juga menambahkan, program ini dipandang penting mengingat kondisi Lapas Mojokerto yang overcrowded alias padat. Dengan demikian butuh tindakan untuk menekan potensi penyebaran penyakit menular seperti TBC ini.
“Kami berkomitmen penuh untuk menciptakan lingkungan lapas yang sehat serta layak huni. Program (skrining) ini menjadi langkah awal agar warga binaan dapat menjalani pembinaan dalam kondisi fisik yang sehat dan prima,” beber Rudi, Sabtu (21/06/2025).
Sementara itu, selain melakukan skrining warga binaan, beberapa kegiatan untuk menjaga kebugaran fisik warga binaan turut digulirkan, seperti senam bersama. Menurut Rudi, kegiatan tersebut menjadi bagian dari program pembinaan jasmani dan rohani warga binaan.
“Untuk membangun kebersamaan dan kedisiplinan. Kami juga yakin bisa keseimbangan kesehatan jasmani dan rohani dapat berdampak psikologis yang baik bagi warga binaan, seperti menurunkan stres, meningkatkan semangat, dan menciptakan suasana lingkungan yang lebih kondusif,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Hanif Nanda Zakaria
Editor: Dwi Lindawati








