SURABAYA, Tugujatim.id – Siapa sangka seorang tokoh muda di dunia teknologi dan pendidikan bisa menyatukan suara lintas angkatan dari alumni salah satu kampus teknik terbaik Indonesia. Dialah Puja Pramudya, CEO Radya Labs dan pendiri Alkademi, sekaligus calon Ketua Umum Ikatan Alumni Institut Teknologi Bandung (IA ITB) periode 2025–2029.
Visinya yang kuat pada kolaborasi, pendidikan teknologi, dan transformasi digital, membuat banyak alumni dari yang angkatan 70-an hingga 2000-an memberikan dukungan terbuka. Terlebih gagasannya langsung menyentuh kebutuhan zaman, mulai dari teknologi, pendidikan, dan kolaborasi.
Baca Juga: Puja Pramudya: Saatnya IA ITB dan Jawa Timur Kolaborasi Bangun Negeri lewat “Kakak NIM”
Dukungan Alumni Lintas Generasi dan Profesi
Tidak heran, Puja Pramudya mendapat dukungan dari berbagai generasi alumni ITB dengan latar belakang maupun profesi yang berbeda-beda cukup mengalir deras.
Salah satu alumni dari Jawa Timur yang mendukung langkah Puja Pramudya menuju orang nomor satu dalam IA ITB periode 2025-2029 ke depan, yaitu Nelson Sembiring, lulusan Teknik Pertambangan 1982.
Dia mendukung langkah positif Puja dalam membawa IA ITB ke arah yang lebih baik. Sebagai senior dari generasi 80-an, Nelson mengaku optimis dengan kehadiran Puja ini.
“Puja itu energik, punya pengalaman dan pendidikan. Kami butuh yang muda tapi punya visi. AI dan IT itu bukan cuma tren, tapi alat untuk kami membuat kebijakan berbasis data. Jadi yang muda, yang berilmu, yang harus didukung,” kata Nelson saat dikonfirmasi Tugu Jatim pada Sabtu (21/06/2025).

Nelson juga menekankan pentingnya menjadikan IA ITB lebih fokus pada pendidikan, bukan sekadar infrastruktur.
“Pendidikan harus didorong. Apalagi dia punya akses, bisa kerja sama dengan Microsoft. Kondisi itu penting. Kami perlu pemimpin yang ngerti lapangan, dan Puja cocok untuk itu,” tandas Wakil Ketua Bidang Energi dan Sumber Daya Mineral Kadin Jatim periode 2011–2014 ini.
Kemudian, ada juga Ken Ratri Iswari (SBM ITB 2007) yang mengungkapkan, Puja punya bukti, bukan hanya sekadar janji saja. Sebagai pendiri dan CEO Geekhunter, Ken melihat Puja dari sisi eksekusi.
“Dia sudah buktikan lewat kepemimpinan startup, pengembangan program edukasi AI, dan penguatan relasi kampus-industri. IA ITB butuh sosok yang bisa menggerakkan, bukan hanya menginspirasi,” ungkap Ken yang sebagaimana melansir Tugu Jatim dari laman bersamapuja.org.
Selanjutnya, ada Ivan Harka (Informatika 2006) yang senantiasa mendukung Puja. Terlebih, dia satu angkatan dengan Puja. Menurut dia, dengan berbagai kesibukan sehari-hari bukan alasan untuk berhenti mengabdi.
Bagi Ivan, Puja adalah pengingat bahwa tanggung jawab sosial tidak boleh tertinggal.
“Meski sibuk membangun bisnis, dia tetap konsisten berkontribusi melalui Alkademi. Itu nilai penting dari seorang alumni, tidak lupa berbagi,” ungkap Ivan.
Menariknya, ada alumni dari angkatan 70-an. Dialah Inggriani Liem, lulusan Teknik Fisika 1973. Diketahui, Inggriani merupakan pendiri Informatika Indonesia.
“ITB harus fokus ke deep tech dan AI. Itu masa depan, dan Puja mengerti itu. IA ITB perlu pemimpin dengan kompetensi teknologi tinggi,” tegasnya.
Tidak hanya itu, tokoh penting lainnya yakni Prof Hammam Riza yang merupakan lulusan ITB Teknik Elektro 1981. Saat ini dia mengemban tugas sebagai President of Korika. Menurut dia, Puja mengerti bagaimana pentingnya teknologi dalam mendorong ekonomi nasional.
“AI bisa meningkatkan GDP Indonesia 12% di 2030. IA ITB butuh pemimpin yang memahami ini secara praktis dan strategis. Puja adalah pilihan tepat. Saya siap berkontribusi,” ujarnya.
Program Unggulan: Menggerakkan Alumni Menuju Masa Depan
Tidak tinggal diam, meski didukung oleh para alumni senior ITB yang hebat dan luar biasa di segala sektor yang ada di beberapa daerah, Puja telah menyiapkan program unggulan.
Puja tidak hanya datang dengan janji, tetapi dengan kerangka kerja konkret lewat program “Dari Alumni, Untuk Alumni”. Ada lima program unggulan yang secara khusus digagas oleh Puja:
1. Labtek Ganeca – Fasilitas riset deep tech untuk inovasi alumni.
2. Beasiswa Ganeca Luar Biasa – Beasiswa penuh bagi alumni yang ingin meningkatkan kompetensi atau melanjutkan studi.
3. Ganeca Pintar – Platform pelatihan berbasis AI dan teknologi masa depan.
4. Inkubator Ganeca – Membantu alumni mengubah ide menjadi produk nyata.
5. Satu Karya Ganeca – Koperasi alumni untuk kolaborasi dan pemasaran karya.
Nantinya, kelima program ini diharapkan mampu menjadi fondasi untuk menjadikan IA ITB sebagai motor penggerak alumni dalam menghadapi tantangan zaman.
Baca Juga: Kolaborasi Lintas Generasi: Puja Pramudya Siap Bawa Napas Baru Ikatan Alumni ITB
Ajak Alumni Aktif Memilih: Masa Depan IA ITB Ada di Tangan Kita
Karena itu, Puja mengajak para alumni ITB ikut menentukan masa depan organisasi lewat Pemilu IA ITB 2025–2029. Pendaftaran sebagai pemilih dapat dilakukan melalui https://pemilu.iaitb.or.id, cukup dengan nomor HP dan dokumen identitas.
Sebagai informasi, pemungutan suara Pemilu IA ITB dan Kongres Nasional XI IA-ITB akan digelar pada Sabtu (28/06/2025). Kemudian di hari yang sama usai melakukan pemungutan suara akan dihitung dan yang terakhir adalah penetapan hasil pemilu yang bersamaan dengan Kongres Nasional XI IA-ITB tersebut.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








