• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Pedagang Sunan Bonang.

Pedagang Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, nekat kembali menggelar lapak, Senin (30/06/2025) karena terhimpit ekonomi. (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Terhimpit Ekonomi, Pedagang Sunan Bonang Tuban Nekat Kembali Jualan di Trotoar

Dwi Linda by Dwi Linda
11 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

TUBAN, Tugujatim.id – Himpitan ekonomi membuat sejumlah pedagang kaki lima (PKL) di kawasan Wisata Religi Makam Sunan Bonang, Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, nekat kembali menggelar lapak. Pedagang Sunan Bonang membuka lapak pada Senin (30/06/2025).

Pedagang Sunan Bonang membuka lapaknya di atas trotoar, tepatnya di depan Gapura Timur makam meski belum mendapat izin resmi dari pihak berwenang.

You might also like

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

05/06/2026 8:00 PM
Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

05/06/2026 7:21 PM

Baca Juga: Haul Sunan Bonang 2025 Digelar di Alun-Alun Tuban, Tiadakan PKL demi Jaga Kebersihan

Larangan pedagang Sunan Bonang jualan ini sebenarnya sudah diberlakukan sejak pertengahan 2024, menyusul pembangunan trotoar di sepanjang jalur strategis wisata religi. Pembangunan meliputi kawasan Alun-Alun Tuban, area Masjid Agung Tuban, hingga akses utama menuju Makam Sunan Bonang.

Kebijakan itu membuat para pedagang harus angkat kaki dari lokasi yang selama ini menjadi sumber utama penghasilan mereka. Salah satunya Farid Hendra, 47, yang sudah lebih dari tiga dekade berjualan oleh-oleh dan cenderamata di lokasi tersebut.

“Sejak pembangunan trotoar selesai, kami dilarang jualan total. Padahal, saya sudah berdagang di sini hampir 35 tahun. Ini usaha turun-temurun dari orang tua saya,” ujar Farid saat ditemui Tugujatim.id, Seni (30/06/2025).

Awalnya, Farid mengatakan, para pedagang masih diberi kelonggaran untuk berjualan di sore hari. Namun, kelonggaran itu tidak bertahan lama. Sekitar dua bulan berjalan, larangan total kembali diberlakukan.

Pedagang Sunan Bonang Tuban.
Suasana kawasan makam Sunan Bonang di Kelurahan Kutorejo, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban, dipenuhi pedagang, Senin (30/06/2025). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

Sejak itu, Farid dan rekan-rekannya berkali-kali mencari solusi. Mereka bolak-balik menemui pejabat dari dinas koperasi, UKM, dan perdagangan (diskopumdag), bahkan sempat mendatangi DPRD Tuban. Sayangnya, hasilnya nihil.

“Katanya mau dicarikan tempat, tapi sampai sekarang tidak ada kepastian. Kami merasa seperti dipimpong,” keluhnya.

Menurut dia, para pedagang sebenarnya tidak menolak untuk ditata. Bahkan bila dikenakan retribusi resmi, mereka siap. Asal ada kejelasan dan solusi yang tidak memberatkan satu pihak.

“Yang penting kami masih bisa mencari nafkah dengan cara yang layak. Kalau digusur tapi tidak ada tempat pengganti yang layak, ya susah,” ucapnya.

Beban PKL selama Tak Jualan Berat

Selama tidak berjualan, beban ekonomi keluarga makin berat. Kebutuhan rumah tangga, biaya sekolah anak yang memasuki ajaran baru, dan utang modal lama masih menumpuk.

Farid mengaku sempat kehilangan empat unit motor milik rekan-rekannya saat kawasan makam menjadi sepi karena tidak ada aktivitas pedagang yang biasa ikut berjaga.

PKL Sunan Bonang Tuban.
Kawasan makam Sunan Bonang Tuban dipenuhi pedagang, Senin (30/06/2025). (Foto: Mochamad Abdurrochim/Tugu Jatim)

“Dulu kalau malam masih ada kami yang jualan dan jaga. Sekarang sepi, nggak ada yang ngawasi, malah tambah rawan kehilangan,” jelasnya.

Kini para pedagang berharap adanya kebijakan baru yang lebih berpihak. Bukan sekadar pelarangan, tetapi juga penataan yang manusiawi.

“Kami cuma ingin hidup layak. Kami sadar ini kawasan wisata religi. Justru kami ingin ikut menjaga asal diberi ruang yang layak,” ujar Farid.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Mochamad Abdurrochim

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Berita Kabupaten Tuban hari iniKabupaten Tuban hari iniMakam Sunan Bonang di TubanPedagang Makam Sunan Bonang di TubanTuban
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Jemaah haji asal Malang.

Proses Pemulangan, 2 Jemaah Haji asal Malang Meninggal saat Tiba di Bandara Juanda Surabaya

by Dwi Linda
05/06/2026 8:00 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Seorang jemaah haji asal Kota Malang, Jawa Timur, dilaporkan meninggal dunia saat tiba di Bandara Internasional Juanda...

Wakapolres Blitar.

Wakapolres Blitar Diduga Aniaya Ajudan hingga Hidung Patah, Kapolres Buka Suara

by Dwi Linda
05/06/2026 7:21 PM
0

BLITAR, Tugujatim.id - Publik heboh dengan beredarnya informasi dugaan tindak kekerasan yang melibatkan seorang perwira menengah di lingkungan Polres Blitar....

Desa Bulukerto.

Desa Bulukerto Wakili Kota Batu di Ajang Lomba Desa Se-Jatim, Ini Sederet Potensi dan Keunggulannya!

by Dwi Linda
05/06/2026 7:01 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Desa Bulukerto, Kecamatan Bumiaji, terpilih mewakili Kota Batu mengikuti ajang Perlombaan Desa dan Kelurahan Provinsi Jawa Timur...

Tuban

TNI dan Warga Gotong Royong Bersihkan Pantai Boom Tuban, Sampah Plastik Masih Mendominasi

by Mochamad Abdurrochim
05/06/2026 4:48 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Suasana Pantai Boom Tuban tampak berbeda pada Jumat (05/06/2026). Ratusan prajurit Yonif Teritorial Pembangunan (TP) 932 Sunan...

Next Post
Porprov Jatim

Akhirnya! Tuban Raih Emas Pertama di Porprov Jatim 2025 Lewat Cabor Gulat

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID