TUBAN, Tugujatim.id – Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Tuban mengungkap fakta mencengangkan. Sepanjang semester pertama 2025, sabu-sabu tercatat sebagai jenis narkotika yang paling banyak disalahgunakan di wilayah Tuban.
Kepala BNNK Tuban, AKBP Bagus Hari Cahyono, menyebut dari 26 pengguna narkoba yang menjalani rehabilitasi rawat jalan, 16 di antaranya adalah pengguna sabu. Angka ini jauh lebih tinggi dibanding kasus penggunaan narkoba jenis lain.
“Jenis sabu masih yang paling mendominasi. Selain itu, kami juga menemukan penyalahgunaan karnopen, pil double L, pil Riklona, dan beberapa obat keras lainnya,” ungkap Bagus, Minggu (27/7/2025).
Bagus menjelaskan, para pengguna narkoba di Tuban berasal dari berbagai latar belakang. Mulai dari sopir, pekerja swasta, wirausaha, nelayan, petani, hingga ibu rumah tangga.
“Ini menunjukkan bahwa narkoba, khususnya sabu, sudah merambah ke semua kalangan. Tidak hanya usia produktif, bahkan pelajar dan ibu rumah tangga pun ada yang terjerat,” ujarnya.
Lebih mengkhawatirkan lagi, peredaran narkoba di Tuban disebut sudah merata. Hampir tidak ada wilayah yang benar-benar bersih dari ancaman narkoba.
“Secara umum, seluruh wilayah di Tuban ini ada potensi peredaran. Tapi yang lebih rawan memang di kawasan kota, kos-kosan, dan tempat hiburan,” kata Bagus.
Untuk menekan laju penyalahgunaan, BNNK Tuban gencar menggelar sosialisasi P4GN (Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkoba) ke sekolah-sekolah. Salah satu upaya terbaru adalah merekrut pelajar sebagai Duta Anti Narkoba.
“Duta ini kami harapkan jadi penggerak di sekolah. Sesama pelajar lebih mudah saling menyampaikan pesan bahaya narkoba,” jelasnya.
Selain edukasi, BNNK juga mendorong masyarakat untuk lebih peduli dengan lingkungan sekitar dan berani melapor jika mengetahui adanya indikasi penyalahgunaan narkoba.
“Pencegahan tidak bisa dilakukan aparat saja. Lingkungan dan keluarga punya peran besar,” tegas Bagus.
Menurut Bagus, kawasan perkotaan dan pinggiran dengan aktivitas masyarakat yang lebih padat menjadi lokasi yang paling sering ditemukan kasus narkoba, khususnya sabu-sabu.
“Kota itu dinamikanya tinggi. Ada kos-kosan dan tempat hiburan yang rentan jadi tempat transaksi atau penyalahgunaan,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








