JEMBER, Tugujatim.id – Pemerintah Kabupaten Jember memastikan ambulans dan kendaraan darurat lainnya mendapat prioritas selama kelangkaan BBM terjadi.
Bupati Jember Muhammad Fawait menegaskan bahwa ambulans akan mendapat jaminan ketersediaan BBM, terutama untuk kasus-kasus darurat.
“Untuk ambulans sudah ada jaminan bahwa insyaa Allah ambulans, akan mendapatkan prioritas dan kami jamin aman. Apalagi untuk kasus-kasus urgen sakit dan lain sebagainya,” ujar bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu pada Senin malam (28/07/2025).
Baca Juga: Jalur Gumitir Ditutup, Waktu Tempuh Distribusi BBM ke Jember Melonjak Hampir Tiga Kali Lipat
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Jember Akhmad Helmi Luqman menjelaskan, pihaknya telah melakukan komunikasi intensif dengan asosiasi SPBU dan Pertamina.
“Hari ini, sekarang sedang kami adakan pertemuan dengan mereka untuk mengimbau agar SPBU memprioritaskan ambulans dan kendaraan darurat lainnya seperti pemadam kebakaran,” kata Helmi saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon pada Selasa (29/07/2025).
Menurut dia, kendaraan darurat harus diprioritaskan karena sifat urgensinya untuk merujuk pasien dari berbagai fasilitas kesehatan, baik milik Pemkab Jember maupun swasta.
“Mereka tidak boleh mengantre karena urgensinya dalam mengantar dan merujuk pasien,” tegasnya.
Semua SPBU Jadi Tempat Prioritas Ambulans
Selain itu, Dinkes Jember akan menghubungkan ambulans dengan SPBU-SPBU yang telah ditunjuk di wilayah Barat, Timur, Tengah, Utara, dan Selatan Kabupaten Jember. Namun, tidak semua SPBU akan ditunjuk sebagai tempat prioritas BBM untuk ambulans.
“SPBU yang ditunjuk akan diputuskan bersama rekan-rekan dari Pertamina dan asosiasi SPBU. Jadi tidak semua SPBU, tapi tersebar di wilayah Barat, Timur, Selatan, dan Utara,” jelas Helmi.
Dalam upaya mengontrol penyalahgunaan, Dinkes Jember memutuskan untuk mengutamakan ambulans puskesmas terlebih dahulu. Kabupaten Jember memiliki 50 unit ambulans puskesmas dan sekitar 248 unit ambulans desa.
“Minimal ada 50 unit ambulans dari puskesmas yang beroperasi setiap hari. Kami utamakan ambulans puskesmas dulu karena rujukan biasanya dari puskesmas dan lebih terkontrol,” ungkap Helmi.
Saat ini, ambulans desa yang mengalami kesulitan BBM akan difasilitasi dengan menggunakan ambulans puskesmas sementara waktu. Kebijakan ini juga diterapkan untuk mencegah penyalahgunaan ambulans untuk keperluan non-medis.
Tidak hanya ambulans milik pemerintah, Dinkes Jember juga berencana memfasilitasi ambulans milik puskesmas dan klinik swasta agar dapat memperoleh prioritas BBM.
“Teman-teman dari fasilitas kesehatan swasta juga akan kami fasilitasi nantinya untuk bisa mendapatkan BBM, tidak hanya yang dari pemerintah,” tutup Helmi.
Kebijakan ini diharapkan dapat memastikan pelayanan kesehatan darurat tetap berjalan optimal di tengah kelangkaan BBM yang terjadi di Kabupaten Jember.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








