JEMBER, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) resmi melantik 3.410 mahasiswa baru Tahun Akademik 2025/2026 pada Minggu (10/8/2025). Para Mahasiswa tersebar di Kampus Utama dan 6 Kampus Cabang yakni Kampus 2 Bondowoso, Kampus 3 Nganjuk, Kampus 4 Sidoarjo, Kampus 5 Ngawi dan Kampus 6 di Pulau Saburajua, Nusa Tenggara Timur (NTT).
Mereka mengikuti serangkaian prosesi Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru 2025 (PKKMB 2025) yang mencakup pembekalan, pengenalan fasilitas kampus serta pembentukan karakter.
“3.410 mahasiswa baru ini kita kenalkan dengan dunia kampus. Harapannya, semua mahasiswa baru yang juga bagian dari keluarga besar Polije, dalam kurun waktu 1 minggu kedepan dapat memahami budaya kampus Politeknik Negeri Jember,” ujar Saiful Anwar, S.TP., M.P., Direktur Polije usai membuka kegiatan PKKMB 2025.
Menurut Saiful, jumlah penerimaan mahasiswa di Polije meningkat sekitar seribu mahasiswa dibandingkan tahun lalu. Hal ini menunjukkan bahwa pendidikan vokasi negeri semakin diminati masyarakat. Dengan jumlah mahasiswa baru yang terus meningkat, Polije optimis dapat menjadi dorongan besar bagi institusi untuk terus berinovasi.

“Ada lonjakan yang istimewa. Dari tahun 2024 itu sekitar 2.400 sekian, hari ini bertambah lebih kurang seribu mahasiswa baru. Ini menunjukkan kepercayaan publik terhadap kualitas pendidikan di Polije. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk semakin memperkuat mutu dan relevansi pendidikan vokasi,” jelasnya.
Pencapaian ini menegaskan komitmen Polije untuk bertransformasi menuju Politeknik University dalam beberapa tahun mendatang. Sekaligus memperkuat visi Polije menjadi politeknik yang unggul di Asia tahun 2035 dan berdaya saing ASEAN pada 2029. Ia juga menyoroti penerimaan mahasiswa asing sebagai bukti pengakuan di tingkat global.
BACA JUGA: Harumkan Aceh Tengah, Rizki Kuara Wakili Wisudawan Terbaik Polije di Wisuda Ke-47
Saiful juga menambahkan bahwa PKKMB merupakan momentum penting bagi mahasiswa baru untuk mengenal budaya akademik, etika pergaulan, serta nilai-nilai yang dianut kampus.
PKKMB 2025 Polije juga dihadiri Direktur Penilaian DJKN Kementerian Keuangan sekaligus Chairman Jember Fashion Carnaval (JFC), Arik Hariyono, yang memberikan motivasi kepada para mahasiswa baru. Ia berpesan agar mahasiswa baru mampu memanfaatkan kesempatan belajar di perguruan tinggi sebaik-baiknya sebelumnya terjun langsung ke masyarakat.

“Masa depan bangsa ada di tangan kalian. Jadikan masa kuliah sebagai ajang menempa diri, memperluas wawasan, dan membentuk karakter unggul,” pesannya.
PKKMB Polije tahun ini terasa istimewa dengan hadirnya lima mahasiswa asing, terdiri dari dua mahasiswa Program Sarjana Terapan dan tiga mahasiswa Program Magister Terapan.
BACA JUGA: DWP Polije Angkat Potensi Lokal Lewat Inovasi Olahan Tape dan Bazar UMKM Anggota
Wakil Direktur Bidang Perencanaan, Kerja Sama, dan Sistem Informasi Polije, Agung Wahyono, S.P., M.Si., Ph.D., menjelaskan bahwa internasionalisasi Polije telah berlangsung sejak lama melalui program student exchange dengan Jiangsu Agri-animal Husbandry Vocational College (JSAV) di China. Program ini melibatkan pertukaran 30 mahasiswa setiap tahun dan berkembang menjadi kerja sama joint degree dengan sejumlah mitra internasional seperti Management and Science University (Malaysia), Wuxi Institute of Technology (China), dan Changqiao Institute of Mechatronics Technology (China).
Agung menambahkan bahwa mulai Tahun Akademik 2025/2026, Polije membuka kelas reguler untuk mahasiswa asing melalui program beasiswa yang mencakup pembebasan UKT serta bantuan biaya hidup.
“Langkah ini merupakan bagian dari komitmen Polije untuk menjadi politeknik unggul di Asia pada 2035 dan berdaya saing ASEAN pada 2029,” tegasnya.
BACA JUGA: Polije Luncurkan Tefa Auto Hub Jawab Tantangan Otomotif Ramah Lingkungan
Salah satu mahasiswa asing bernama Mohamedalnour Alhafiz Mohamed Alnour Albakrey dari Sudan. Ia mengaku senang menjadi bagian dari keluarga besar Polije. Menurutnya, kampus Polije sangat berkesan terutama lingkungan dan proses pembelajarannya. Sebelum melanjutkan pendidikan ke jenjang sarjana, Mohamedalnour Alhafiz telah mengikuti program pembelajaran Bahasa Indonesia di kampus tersebut.
“Saya senang bisa bergabung dengan teman-teman mahasiswa baru di Polije. Lingkungannya ramah, dosennya baik, dan suasana belajarnya sangat positif,” tukasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








