JEMBER, Tugujatim.id – Di Aula Sekolah Rakyat Terintegrasi 6 Jember, puluhan siswa mengenakan seragam pramuka mengikuti pembukaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Jumat (15/8/2025).
Selain itu, para siswa menanti-nantikan momen bersejarah pembukaan Sekolah Rakyat Integrasi 6 Jember dengan penuh antusiasme. Tak jauh di belakang, orangtua para pelajar berkumpul sambil sesekali memandang buah hati mereka yang akan mengejar cita-citanya.
Suasana hangat percakapan memenuhi atmosfer ruangan, menciptakan harmoni kegembiraan yang seakan-akan melayang ke angkasa dan berakar di tanah. Seketika suasana hening dan penuh optimisme, saat Bupati Jember, Muhammad Fawait (Gus Fawait) mengutip sepenggal Syaikh Burhanuddin dalam kitab Ta’lim Muta’allim.
“Keturunan bangsawan, putra konglomerat, atau anak pejabat tinggi bisa saja tidak mencapai apa-apa jika mereka tidak memiliki pengetahuan,” ucapnya dengan tegas pada Jumat (15/8/2025).

Meski intonasinya keras, pesan yang disampaikan sungguh luar biasa. Pernyataan tersebut semakin menggelegar ketika beliau bersumpah demi nama Allah, bahwa masyarakat dari strata ekonomi rendah tetap berhak meraih impian yang luhur.
“Sebaliknya, tidak mengapa jika seseorang berasal dari keluarga sederhana, wallahi tidak mengapa. Mereka bisa menjadi cendekiawan, bisa menduduki jabatan penting, bisa meraih kesuksesan, kunci utamanya adalah kepemilikan ilmu pengetahuan,” sambungnya.
Sumpah tersebut bergema memenuhi ruangan. Suaranya meninggi dengan penuh keyakinan. Bupati yang akrab disapa Gus Fawait itu terus memberikan motivasi orang tua maupun para siswa.
BACA JUGA: Sosok Cantik di Balik Sekolah Rakyat Jember: Ketika Sentuhan Feminin Mengubah Wajah Industri Konstruksi
“Anak-anak dari keluarga biasa dapat menjadi prajurit, dapat menjadi anggota kepolisian, dapat meraih pangkat tinggi, dapat menjadi jenderal. Mengapa demikian? Sebab mereka memiliki bekal ilmu,” tegasnya sekali lagi dengan meyakinkan.
Beberapa wali murid terlihat mengangguk perlahan, seolah menyetujui kalimat yang sangat relevan dengan kehidupan mereka sehari-hari. Tepuk tangan pun meledak, tidak tergesa-gesa, melainkan berlangsung lama dan dipenuhi rasa bersyukur serta pengharapan.
Di sela-sela sambutannya itu, Gus Fawait juga menyempatkan diri menanyakan aspirasi para siswa terkait cita-cita seperti polisi, tentara maupun dokter.
BACA JUGA: Isak Tangis Hari Pertama Sekolah Rakyat Tuban
Ketika mengajukan pertanyaan, Gus Fawait untuk kesekian kalinya menanamkan kepercayaan diri di hati para wali murid dan siswa. Beliau mengutip Surat Yasin ayat 82 yang bermakna “Sesungguhnya urusan-Nya, apabila Ia berkehendak terhadap sesuatu, Ia hanya berfirman kepadanya, ‘Wujudlah!’ Maka terwujudlah ia”.
BACA JUGA: Kisah di Balik Sekolah Rakyat Jember: Ketika Pendidikan Gratis Buka Jalan Anak Pemulung Bercita-cita Jadi Dokter
“Semoga semua hadirin yang ada di depan (para siswa dan wali murid), semoga Allah mengabulkan permohonan kita,” katanya.
Gus Fawait menatap para hadirin satu demi satu, seakan hendak memastikan bahwa amanat tersebut terpatri dalam sanubari.
Menurutnya, pendidikan merupakan satu-satunya jalan agar generasi dari keluarga biasa dapat berdiri setara, bahkan mengungguli, mereka yang terlahir dari garis keturunan terhormat.
“Para orangtua sekalian, tidak ada metode yang paling ampuh untuk mengentaskan kemiskinan, selain melalui jalur pendidikan,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Diki Febrianto
Editor: Darmadi Sasongko








