JEMBER, Tugujatim.id – Politeknik Negeri Jember (Polije) baru-baru ini meluncurkan Zona KHAS atau Zona Kuliner Halal, Aman, dan Sehat di Kantin Kampus Utama, pada Rabu (27/08/2025).
Zona Khas Polije hadir berkat kerja sama dengan Bank Indonesia (BI) Jember dan Komite Daerah Ekonomi dan Keuangan Syariah (KDEKS) Jawa Timur.
Direktur Polije, Saiful Anwar, S.TP., M.P., menyampaikan, bahwa Zona KHAS menjadi salah satu langkah strategis guna menciptakan lingkungan kampus yang mendukung gaya hidup yang terjamin halal, aman dan higienis.
Langkah ini sejalan dengan komitmen Polije dalam membangun ekosistem kuliner yang lebih berkualitas. Karena itu, keberadaan Zona Khas Polije diharapkan bisa memperkuat pengembangan ekonomi syariah di tingkat daerah.
“Ke depan, kami berkomitmen memperluas program ini ke seluruh kampus cabang, mulai dari Bondowoso, Nganjuk, Sidoarjo, Ngawi, hingga Nusa Tenggara Timur. Ini menjadi awal penting dalam memperkuat ekosistem halal berbasis kampus,” ujarnya.

Apalagi dengan adanya dukungan dari Dinas Kesehatan, aspek higienitas dan keamanan pangan semakin terjamin sebagai prioritas utama. Baik kepada mahasiswa, dosen, tenaga kependidikan, hingga masyarakat sekitar kampus. Lantaran kuliner di kantin Polije sudah tergolong memenuhi standar kesehatan sampai dengan prinsip syariah.
Lebih dari itu, keberadaan Zona Khas di Polije turut mempertegas citra Jember sebagai daerah dengan ekosistem ekonomi dan keuangan syariah yang kuat. Kehadiran zona ini juga membuka kesempatan luas bagi UMKM kuliner lokal untuk beradaptasi dan berkembang menuju standar halal, aman, serta sehat.
Kepala Kantor Perwakilan Bank Indonesia Jember, Gunawan, menyampaikan, bahwa kolaborasi ini merupakan kerja sama kedua dengan KDEKS untuk menghadirkan Zona Khas kedua, setelah sebelumnya di kantin Universitas Jember.
“Soft launching Zona KHAS di kantin Polije merupakan zona kedua yang diresmikan bersama KDEKS, Pemerintah Kabupaten Jember, Kementerian Agama, dan lembaga terkait,” katanya.
Untuk itu, Gunawan berharap agar keberadaan Zona Khas tidak hanya bermanfaat bagi lingkungan kampus, tetapi juga dapat memberikan dukungan nyata bagi perkembangan sektor pariwisata Jember yang kian maju.
“Ke depan, program ini tidak hanya menyasar kampus, tetapi juga berbagai sentra kuliner di Jember agar mendapat predikat halal, aman, dan sehat,” terangnya.
Ia menambahkan, permintaan terhadap kuliner halal semakin tinggi seiring dengan meningkatnya jumlah wisatawan, termasuk wisata religi, yang berkunjung ke Jember.
“Inisiatif ini menjadi langkah nyata dalam membangun ekosistem kuliner halal, aman, dan sehat, tidak hanya di kampus tetapi juga di berbagai titik kuliner Jember,” sambungnya.
Di samping itu, Direktur Bidang Bisnis dan Kewirausahaan Syariah KDEKS Jawa Timur, H. Mohammad Ghofirin, M.Pd., menyampaikan apresiasinya terhadap hadirnya Zona Khas Polije.
Menurutnya, inisiatif tersebut menjadi langkah penting dalam upaya mengembangkan gaya hidup halal yang semakin dibutuhkan masyarakat, khususnya di Jember yang memiliki ekosistem syariah cukup kuat.
“Jember adalah daerah dengan ekosistem ekonomi syariah yang kuat. Masyarakatnya semakin cerdas memilih produk halal, baik makanan, fesyen, maupun keuangan. Halal lifestyle bukan hanya soal konsumsi, melainkan mencakup seluruh aspek kehidupan sesuai tuntunan syariat,” jelasnya.
Ghofirin berharap Polije tidak sekadar menjadi pelaksana program, melainkan juga tampil sebagai pelopor dalam memberikan edukasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya gaya hidup halal, sehingga mereka dapat berperan sebagai agen perubahan di tengah masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








