JEMBER, Tugujatim.id – Aktivitas akademis di bangku perkuliahan ternyata belum cukup untuk memenuhi ambisi sejumlah mahasiswa Universitas Jember (Unej). Mahasiswa Unej ini membuktikan bahwa pembelajaran sesungguhnya tidak terbatas pada ruang kuliah, melainkan dapat diperluas melalui partisipasi aktif dalam ajang-ajang kompetitif yang menantang.
Bukti nyata dari filosofi tersebut ditunjukkan oleh kelompok mahasiswa Unej bernama Tim Dar Der Dor. Trio mahasiswa Program Studi Sistem Informasi, Fakultas Ilmu Komputer ini, yaitu Fabyan Yastika Permana, Talitha Puspitasari, dan Husni Rasyid Bachrie, berhasil mengukir prestasi gemilang dengan menyabet dua penghargaan sekaligus dalam kompetisi skala nasional.
Baca Juga: Cara Tiga Remaja Ini Jadi Mahasiswa Termuda Unej di Usia 15 dan 16 Tahun
Ketiga mahasiswa Unej itu setidaknya menyabet posisi runner-up di PEKAN IT 2025 serta meraih peringkat ketiga dalam Pitchdeck Competition (PDC).
Ketiganya memiliki visi yang jelas sejak memulai perjalanan akademis mereka. Mereka bertekad untuk memperkaya pengalaman dengan terjun langsung ke berbagai ajang lomba dan aktivitas organisasi kemahasiswaan.
Strategi ini tidak hanya memperluas jaringan relasi, tetapi juga mengasah kemampuan non-teknis yang sulit diperoleh melalui pembelajaran konvensional di kelas. Menurut penuturan Fabyan yang menjabat sebagai pemimpin kelompok, menjelaskan bahwa proses belajar tidak terbatas pada ruang kelas perkuliahan.
“Diperlukan nilai tambahan melalui pengalaman berkompetisi. Setiap kali menemukan ajang yang relevan dengan passion dan keahlian kami, kami berusaha untuk berpartisipasi. PEKAN IT memikat perhatian karena cakupannya yang nasional dan reputasi solid di sektor teknologi informasi, sementara PDC menawarkan platform untuk menguji konsep bisnis inovatif kami. Rasa ingin tahu dan hasrat untuk mengukur kapasitas tim menjadi motivasi utama kami mengikuti kedua kompetisi tersebut,” ujar Febyan pada Senin (08/09/2025).
Tim Dar Der Dor Sempat Alamai Kegagalan
Pencapaian luar biasa ini justru lahir dari serangkaian pengalaman kegagalan sebelumnya. Tim Dar Der Dor pernah mengalami kekalahan dalam beberapa event terdahulu, namun pengalaman tersebut justru menjadi bahan bakar semangat untuk terus berkompetisi.
“Rencana serius untuk aktif berkompetisi sebenarnya sudah ada sejak semester pertama. Memasuki semester kedua, kami mulai intens mencoba peruntungan, terutama di bidang UI/UX. Memang pernah mengalami kegagalan, namun justru dari sanalah kami memperoleh banyak pembelajaran berharga. Khusus untuk kategori business plan, PDC merupakan debut pertama kami, dan kami bersyukur dapat langsung menembus tiga besar,” tambah Fabyan.
Menatap masa depan, Fabyan mengungkapkan harapan besar untuk tim mereka, dalam mempertahankan, konsistensi dalam berkompetisi, bukan sekadar mencoba-coba. Pihaknya berharap tim yang dibangun semakin solid, kreatif, dan mampu menembus lebih banyak ajang bergengsi baik nasional maupun internasional.
“Yang lebih penting, kami ingin karya-karya yang dihasilkan dalam kompetisi tidak hanya berhenti sebagai prototype belaka, tetapi dapat berkembang menjadi solusi konkret yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat luas,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Diki Febrianto
Editor: Dwi Lindawati








