SURABAYA, Tugujatim.id – Kepolisian Daerah Jawa Timur (Polda Jatim) berhasil mengungkap pelaku perusakan Pos Polisi Waru, Sidoarjo, yang terjadi pada Sabtu dini hari (30/08/2025).
Ada sebanyak 18 orang ditangkap, termasuk 10 pelaku di bawah umur. Tidak hanya menyerang aparat, para perusak pos polisi juga kedapatan membawa buku-buku berisi ideologi anarkisme dan komunisme.
Direktur Ditreskrimum Polda Jatim Kombes Pol Widi Atmoko mengungkapkan para pelaku bertindak brutal setelah diminta aparat untuk berbalik arah ketika hendak masuk dari Surabaya menuju Sidoarjo.
Baca Juga: Kerugian Kerusuhan di Jatim Capai Rp256 Miliar, Kapolda: Harusnya Dana itu untuk Rakyat
Mirisnya, bukannya mundur, massa justru melempari petugas dengan batu, mengeroyok polisi, hingga melukai salah satu anggota Polresta Sidoarjo, lalu membakar Pos Polisi Waru dengan bensin.
“Pelaku bertindak terorganisasi. Ada yang melempari batu, ada yang merusak, bahkan ada yang mencuri tameng aparat. Setelah membakar, mereka kabur meninggalkan lokasi,” kata Widi pada Jumat (19/09/2025).
Dari penangkapan itu, polisi menyita barang bukti mengejutkan 11 buku beraliran anarkisme dan komunisme dari tangan salah satu tersangka berinisial GLM, 24, warga Surabaya. Beberapa di antaranya karya Karl Marx, tulisan tokoh anarkis Emma Goldman, hingga strategi perang gerilya ala Che Guevara.
Penemuan Buku Indikasi Penyebaran Paham Radikal
Menurut Widi, keberadaan buku-buku tersebut mengindikasikan adanya potensi penyebaran ideologi radikal di balik aksi kekerasan ini.
“Kami masih mendalami, apakah para perusak pos polisi ini hanya bertindak spontan atau ada pengaruh ideologi tertentu,” imbuhnya.
Lanjutnya, dari delapan pelaku dewasa yang ditangkap mayoritas berasal dari Sidoarjo, sementara dua lainnya, termasuk GLM, dari Surabaya.
Seluruhnya kini ditahan untuk proses hukum lebih lanjut. Adapun 10 pelaku di bawah umur masih dalam pemeriksaan dengan pendampingan pihak terkait.
Polda Jatim pun menegaskan akan membongkar kemungkinan adanya jaringan yang lebih luas di balik aksi anarkis tersebut.
“Kami tidak berhenti sampai di sini. Akar permasalahan harus jelas agar kejadian serupa tidak terulang,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








