SIDOARJO, Tugujatim.id – Tragedi ambruknya bangunan Musala Ponpes Al-Khoziny, Buduran, Sidoarjo, Jatim, masih menyisakan misteri soal penyelamatan yang saat ini sedang dilakukan oleh tim gabungan. Salah satunya soal kondisi HKL, salah satu santri yang masih berada di tengah reruntuhan.
Dalam sebuah live di akun TikTok @tugujatim, banyak pembaca yang menanyakan kondisi santri Ponpes Al-Khoziny berinisial HKL. Hal ini karena dalam sebuah video viral, HKL sempat menjawab pertanyaan dari tim penyelamat.
Saat ditanya apa yang sakit, HKL dengan polos menjawab “semuanya sakit”. Setelah itu, tim penyelamat memberi semangat untuk HKL.
Berdasarkan wawancara tim Tugujatim.id dengan Kepala Kantor SAR Surabaya Nanang Sigit di lapangan pada Selasa (30/09/2025), HKL diyakini masih hidup terupdate pukul 19.50 WIB. Bahkan, HKL masih bisa berkomunikasi langsung dengan tim penyelamat.
Nanang Sigit mengatakan, HKL masih sempat diberi suplai oksigen, air minum, serta makanan untuk menambah daya tahannya.
“Melalui alat set-cam, kami melihat respons dari beberapa korban yang menggerakkan kakinya. Dari pantauan, ada enam orang yang masih menunjukkan tanda-tanda hidup,” kata Nanang Sigit.
Kondisi Terakhir Petugas Bersama Haikal
Salah satu korban, seorang santri bernama HKL, bahkan masih bisa berkomunikasi langsung dengan tim penyelamat. Dia sempat diberi suplai oksigen, air minum, serta makanan untuk menambah daya tahannya. Namun, dia mengatakan, HKL masih belum bisa diangkat karena terkendala dari puing beton. Kalaupun menggunakan alat berat terlalu berisiko.
“HKL dalam kondisi sadar dan bisa berbicara. Hanya saja, posisinya terjepit beton di bagian pinggang sehingga belum bisa dievakuasi,” jelas Nanang.
Saat ini, tim penyelamat sedang berkejaran dengan waktu untuk bisa menyelamatkan para korban sebanyak mungkin. Menurut dia, golden time penyelamatan korban reruntuhan umumnya hanya tiga hari, terutama jika mereka tidak mendapat makanan atau minuman. Namun, dengan suplai tambahan yang diberikan, peluang bertahan hidup korban bisa lebih lama.
Diberitakan sebelumnya, suasana haru dan panik menyelimuti Ponpes Al Khoziny di Sidoarjo usai bangunan musala dalam kompleks pesantren itu ambruk pada Senin sore (29/09/2025). Insiden terjadi sekitar pukul 15.00 WIB, sesaat setelah jemaah santri menunaikan salat Asar.
Musala yang sedang dalam tahap pembangunan lantai tiga dalam kompleks Pondok Pesantren Al Khoziny, Desa Buduran, Kecamatan Buduran, Sidoarjo, itu runtuh saat proses pengecoran berlangsung.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Layla Aini
Editor: Dwi Lindawati








