TUBAN, Tugujatim.id – Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nutama Berkah di Kecamatan Tambakboyo, Kabupaten Tuban sebagai Dapur MBG (Makan Bergizi Gratis) mulai menyiapkan diri agar operasional berjalan aman dan sesuai standar.
Danramil Tambakboyo, Kapten Arm Teguh Haribowo menyebutkan, pihaknya turut terlibat dalam pendampingan dan pengawasan program ini. Sebelum makanan MBG didistribusikan ke sekolah-sekolah, setiap menu akan diperiksa lebih dulu oleh tim pengawas.
“Kami akan melakukan pengecekan dan uji coba makanan sebelum dibagikan. Tujuannya untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan, seperti keracunan. Jadi kalau ada masalah, dampaknya ke kita dulu sebelum sampai ke anak-anak sekolah,” ujarnya.
Teguh menegaskan, pelaksanaan program MBG akan dilakukan bertahap. Untuk tahap awal, dapur SPPG Tambakboyo akan menyiapkan makanan bagi sekitar seribu penerima manfaat, kemudian meningkat menjadi 1.500 hingga lebih dari 3.000 siswa di berbagai lembaga pendidikan.
“Tidak bisa langsung semua, karena kita mengantisipasi agar tidak terjadi kendala saat distribusi,” tambahnya.
Sebelum dapur beroperasi penuh, tim dari Puskesmas Tambakboyo juga melakukan pengecekan langsung ke lokasi dapur MBG. Pemeriksaan meliputi kesiapan alat, kebersihan, dan standar higienitas.
Selain itu, para relawan dapur MBG juga akan mengikuti bimbingan teknis (bintek) untuk memperoleh sertifikat kelayakan pengelolaan makanan. Langkah ini dilakukan agar makanan yang dihasilkan benar-benar sehat dan tidak terkontaminasi bakteri.
“Relawan harus punya keahlian dasar dalam mengolah makanan bergizi dan aman. Jadi tidak asal masak,” tegas Teguh.
Saat ini, di Kecamatan Tambakboyo terdapat tiga dapur MBG. Satu dapur sudah beroperasi, satu lagi di Desa Pulogede baru diresmikan, dan satu lainnya di Desa Sobontoro masih menunggu proses verifikasi.
Perwakilan Yayasan Patriot Perjuangan Nusantara, Kholilurrohman menjelaskan, kegiatan ini menjadi bagian dari komitmen NU melalui Koperasi Nutama Berkah dalam mendukung pelayanan umat di bidang gizi dan kesehatan.
“Sebelum operasional, kami undang semua pihak—mulai dari lembaga pendidikan, Forkopimcam, hingga tenaga kesehatan—agar sama-sama melihat kesiapan dapur MBG. Ini bentuk keterbukaan dan tanggung jawab kami,” jelasnya.
Kholil sapaan akrabnya, menambahkan, tim verifikasi dari Puskesmas Tambakboyo sebelumnya telah melakukan peninjauan dan tidak memberikan catatan koreksi apa pun. Artinya, SOP yang dijalankan sudah sesuai standar.
“Mulai dari penerimaan bahan baku, proses produksi, hingga distribusi makanan semuanya mengikuti ketentuan BGN dan Puskesmas,” ujarnya.
Koperasi Nutama juga melibatkan tenaga lokal hingga 60 persen dalam kegiatan dapur MBG. Tujuannya untuk memberdayakan masyarakat setempat sekaligus menciptakan rasa memiliki terhadap program ini.
“Kami ingin dapur MBG ini bukan hanya tempat produksi makanan, tapi juga wadah pemberdayaan ekonomi masyarakat,” terang Kholilurrohman.
Saat ini, dapur MBG Nutama Berkah mencakup sekitar 38 lembaga pendidikan dengan total penerima manfaat sekitar 3.300 siswa. Seluruh proses distribusi tetap dilakukan bertahap, menyesuaikan kesiapan dapur dan arahan dari BGN.
“Kami berharap, lewat kerja sama semua pihak, program MBG bisa berjalan lancar dan membawa kemaslahatan lebih besar bagi masyarakat Tambakboyo,” pungkasnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Mochamad Abdurrochim
Editor: Darmadi Sasongko








