MALANG, Tugujatim.id – Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) RI, Dr. Fajar Riza Ul Haq, M.A, menutup rangkaian pelaksanaan Olimpiade Sains Nasional 2025 (OSN 2025) di Dome Universitas Muhammadiyah Malang (UMM), Sabtu (11/10/2025) malam.
Ajang kompetisi lima hari bagi siswa SMA/MA/SMK/MAK se-Tanah Air itu ditutup dengan pengumuman para juara di masing-masing kategori perlombaan. Suasana penuh heroik saat nama para pemenang diumumkan dan didaulat untuk naik ke atas panggung. Wajah-Wajah Juara dengan berbinar berjajar memenuhi panggung Dome UMM.
Aneka selebrasi kemenangan dan bahkan meneteskan air mata membuktikan buah perjuangan keras para peserta dari masing-masing daerah. Suasana riuh juga nampak saat para pendamping dan pengantar turut merayakan kemenangan kala setiap nama juara disebut.
Billy Adnan Khalifah, siswa SMA Kesatuan Bangsa DIY Jogjakarta tak dapat menyembunyikan kebahagiannya saat namanya disebut sebagai peraih Medali Emas (Juara I) kategori OSN 2025. Ia berhak atas medali dan uang Rp25 Juta.

“Belum kepikiran (uangnya) untuk apa, mungkin pertama untuk traktir teman,” kata Billy Adnan Khalifah tersenyum, usai acara Sabtu (11/10/2025).
Billy mengaku menyiapkan diri baik secara materi akademis yang dilombakan maupun mental selama mengikuti perlombaan. Karena baginya paling penting adalah penguasaan diri untuk tidak panik, fokus dan tidak gemetar di depan para juri.
“Tantangan terbesarnya mengatur mental. Tidak panik, tidak ngeblank dan tidak gemetaran, itu perlu latihan,” kata siswa kelas XII SMA Kesatuan Bangsa DIY Jogjakarta ini.
Selama perlombaan, kata Billy, para juri menguji teori, tes peraga dan praktik lapangan. Awal tentu akan menemukan kesulitan, sehingga memang butuh pengalaman dan harus berlatih secara konsisten.
“Kuncinya konsisten, fokus, terus penasaran, terus belajar, dan tidak pernah puas,” ungkap Billy yang mengaku ingin melanjutkan studi ke Jerman.
DKI Jakarta Juara Umum OSN 2025
Tim DKI Jakarta sukses menjadi juara umum dan peringkat pertama dengan mengumpulkan grand total 79 medali, terdiri dari 17 emas, 31 perak, dan 31 perunggu. Disusul Provinsi Jawa Timur dengan total 61 medali yakni 12 emas, 18 perak, dan 31 perunggu.
Provinsi Banten, Provinsi Jawa Barat dan Jawa Tengah secara berurutan menempati peringkat ketiga, keempat dan kelima. Adapun di urutan keenam diduduki Provinsi Riau, disusul DI Yogyakarta, Sumatera Selatan, Kalimantan Barat dan Sumatera Utara.
“540 siswa dari seluruh Indonesia sudah mengerjakan dan berkompetisi dengan baik. Memberikan upaya terbesar yang bisa dilakukan di masing-masing mata pelajaran. Mulai dari Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Informatika, Kebumian, Ekonomi, dan Geografi,” kata Kepala Pusat Prestasi Nasional, Dr. Maria Veronica Irene Herdjiono, M.Si.

Maria juga menjelaskan aspek-aspek penilaian yang dijalankan oleh para juri. Ada ketepatan, keakuratan jawaban, dan kreativitas. Para peserta juga dinilai dari aspek orisinalitas penyelesaian, analisis dan sintesis. Tak lupa juga melihat bagaimana para siswa memiliki sifat kedispilinan, kejujuran, serta perilaku dan sportivitas.
Wamendikdasmen Fajar Riza Ul Haq usai acara mengatakan, hasil capaian perlombaan OSN 2025 cukup merata di seluruh Tanah Air dan tidak hanya terpusat di Pulau Jawa, bahkan hingga pedalaman. Sehingga juga menjadi indikasi bahwa telah terjadi pemerataan dan pertumbuhan kualitas pendidikan.
“Artinya menunjukkan bahwa ada perkembangan, bahwa kualitas pendidikan kita itu sudah mulai kelihatan merata, tidak hanya di kota-kota besar. Tetapi kita lihat juga ada beberapa hal yang harus ditingkatkan bagaimana anak-anak yang juara satu itu diorbitkan untuk di level tingkat internasional untuk meraih prestasi lebih baik lagi,” tutup Wamendikdasmen Fajar.
Sementara itu, Rektor Universitas Muhammadiyah Malang, Prof. Dr. Nazaruddin Malik, S.E., M.Si., menyampaikan kegiatan OSN 2025 selaras dengan visi UMM sebagai kampus yang mengintegrasikan ilmu pengetahuan, nilai moral dan keterampilan hidup.
“Kami sangat bangga menjadi bagian dari proses tumbuhnya generasi sains Indonesia. UMM berkomitmen untuk terus melahirkan insan paripurna—ilmuwan yang bukan hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki kecakapan hidup dan moralitas tinggi,” ungkapnya.
UMM sendiri tengah mengembangkan Direktorat Saintek dan berbagai center of excellenceuntuk memperkuat kolaborasi antara ilmu sains, teknologi, dan ilmu sosial. Upaya itu, katanya, merupakan bentuk keseriusan kampus dalam menyiapkan lulusan yang adaptif terhadap perubahan zaman dan siap berkontribusi nyata bagi masyarakat.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Editor: Darmadi Sasongko








