JEMBER, Tugujatim.id – Sebanyak 5 mahasiswa Universitas Jember (Unej) mampu mengembangkan fermentor kopi digital yang lebih modern. Alat yang diciptakan mahasiswa Unej ini digunakan untuk meningkatkan mutu dan konsistensi hasil wine coffee di Sentra Kopi Ketakasi, Kecamatan Silo, Kabupaten Jember.
Lima mahasiswa Unej itu tergabung dalam tim yang bernama Fermicopi. Mereka adalah Bela Indri Ayunita dari Program Studi Proteksi Tanaman selaku ketua, bersama anggota Mohammad Novan Efendi, Sheinka Amalia Gisna, Ezra Immanuel Nugroho, dan Zainur Zakaria.
Fermocopi merupakan tim yang hadir melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Penerapan Iptek (PKM-PI). Program pendanaan yang difasilitasi oleh Kemendikbudristek dan Unej.
Baca Juga: Mahasiswa Magister Unej Ciptakan Inovasi Deteksi Dini dan Screening Melanoma untuk Petani Tembakau
Bela menjelaskan, alat ini tercipta untuk mengatasi permasalahan petani proses fermentasi kopi yang selama ini masih dilakukan secara tradisional.
“Kami melihat bahwa proses fermentasi merupakan tahap krusial dalam menentukan kualitas wine coffee,” ujar Bela Indri Ayunita.
Menurut Bela, proses fermentasi yang selama ini digunakan Sentra Ketakasi masih tradisional. Pasalnya, mereka hanya mengandalkan wadah tertutup seperti tong plastik tanpa pengaturan suhu dan kelembapan yang stabil untuk proses fermentasi.
Akibatnya, hal itu berdampak pada cita rasa dan aroma kopi yang berbeda di setiap kali produksi.

“Karena prosesnya masih tradisional, hasilnya tidak selalu konsisten. Maka dari itu, kami berusaha merancang fermentor kopi cerdas yang bisa mengontrol suhu, kelembapan, dan waktu fermentasi secara otomatis,” jelasnya.
Guna mengatasi permasalahan itu, alat ciptaan Fermicopi ini sudah dilengkapi dengan sensor suhu dan kelembapan. Sensor itu terhubung dengan sistem kendali berbasis mikrokontroler.
Menariknya, teknologi ini memungkinkan pengaturan perameter fermentasi yang otomatis. Sehingga kondisi di dalam alat akan lebih stabil selama proses fermentasi berlangsung.
Mohammad Novan Efendi menambahkan, jika alat ini dibekali dengan fitur pemantauan digital. Hal ini memudahkan pengguna untuk memantau perkembangan proses fermentasi secara real-time melalui aplikasi sederhana.

“Kami tidak hanya ingin membuat alat yang modern, tapi juga mudah dioperasikan oleh petani atau pelaku usaha lokal,” bebernya.
Selama proses uji coba, semua peralatan diperhatikan secara teliti dengan melibatkan mitra petani di Sentra Kopi Ketakasi.
Hasilnya, menunjukkan jika fermentor digital ini mampu menjaga kestabilan suhu maupun kelembapan dalam prosesnya. Bukan hanya itu, cita rasa wine coffee yang dihasilkan juga semakin kuat, seimbang, dan konsisten dibandingkan hasil fermentasi tradisional.

Dosen pembimbing tim Fermicopi Ankardiansyah Pandu Pradana mengapresiasi inovasi kelima mahasiswa Unej yang mampu menghadirkan solusi konkret bagi petani kopi di Jember itu.
“Melalui program ini, mahasiswa tidak hanya mengasah kemampuan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi masyarakat, terutama di sektor pertanian dan agroindustri,” ujarnya.
Dia menambahkan, inovasi ini bisa menjadi langkah awal modernisasi industri kopi lokal, sekaligus menjaga standar mutu produk agar mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional.
Dengan hadirnya fermentor kopi digital ini, proses pascapanen di Sentra Ketakasi diharapkan semakin efisien, berkelanjutan, dan menghasilkan produk dengan nilai jual tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








