TUBAN, Tugujatim.id – Program beasiswa pemkab senilai Rp2 miliar yang dialokasikan pada 2024 untuk mahasiswa asal Tuban ke perguruan tinggi negeri (PTN) maupun swasta ternyata tidak terserap sama sekali. DPRD Tuban pun menanggapi anggaran tersebut akhirnya dikembalikan ke kas daerah karena tidak ada penerima yang berhasil memenuhi persyaratan.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, salah satu faktor utama tidak terserapnya anggaran adalah persyaratan indeks prestasi kumulatif (IPK) minimal 3,7. Ketentuan ini dinilai terlalu tinggi bagi sebagian besar mahasiswa penerima sasaran.
Selain itu, petunjuk teknis (juknis) program beasiswa tidak tersebar secara merata ke seluruh sekolah, sehingga banyak pelajar maupun pihak sekolah tidak mengetahui adanya program tersebut.
Minimnya sosialisasi juga disebut berasal dari pihak Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Disbudporapar) Kabupaten Tuban selaku pelaksana teknis. Akibatnya, peluang mahasiswa asal Tuban untuk mengakses bantuan pendidikan tersebut terhambat sejak tahap awal.
Baca Juga: Gen Z Belajar Politik, Santri MTs-MA Ash Shomadiyah Serbu Gedung DPRD Tuban
Wakil Ketua DPRD Tuban Lutfi Firmansyah membenarkan kondisi tersebut dan menilai bahwa persoalan teknis serta regulasi menjadi penyebab utama mandeknya penyaluran beasiswa. Dia menjelaskan bahwa saat itu program masih berjalan berdasarkan perda lama.
“Karena perda lama belum diperbarui, teknisnya masih mengacu ke aturan sebelumnya. Syarat yang terlalu tinggi dan sosialisasi yang belum maksimal membuat serapan beasiswa gagal. Jadi dana Rp2 miliar itu kembali ke kas daerah,” terang Lutfi.

Politikus Partai Gerindra ini menambahkan, pada tahun ini telah dilakukan perubahan Peraturan Daerah dan evaluasi teknis agar beasiswa lebih mudah diakses tanpa mengurangi prinsip selektif. DPRD Tuban optimistis, dengan regulasi baru, program beasiswa dapat disalurkan lebih optimal.
“Insyaa Allah tahun ini bisa terserap karena dasar hukumnya sudah diperbarui, dan kami mendorong agar sosialisasinya menjangkau sampai ke sekolah dan mahasiswa,” tambahnya.
Kasus Ini Mencuat saat Santri Ajukan Pertanyaan di Gedung Dewan
Fakta bahwa beasiswa tidak terserap mencuat ke publik dalam sesi dialog antara siswa MTs dan MA Ash Shomadiyah dengan anggota DPRD Tuban saat kunjungan edukasi politik pada Selasa (21/10/2025). Salah satu santri bertanya mengenai akses beasiswa untuk lulusan yang ingin menempuh perguruan tinggi.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








