TUBAN, Tugujatim.id – Ratusan siswa dari MTs dan MA Ash Shomadiyah menyerbu Gedung DPRD Kabupaten Tuban, Selasa (21/10/2025). Bukan demo, mereka menimba ilmu politik ke DPRD Tuban secara langsung dari para wakil rakyat.
Kunjungan ini menjadi bagian dari kegiatan Latihan Dasar Kepemimpinan Siswa (LDKS) dengan tema “Pemimpin Hadir untuk Rakyat dan Gen Z Wajib Melek Politik”.
Tim Kesiswaan MA Ash Shomadiyah, Arim Syahroni menjelaskan, lembaga ingin memperkenalkan dunia politik dari sudut pandang praktisi. Mereka perlu tahu bagaimana legislatif bekerja, bagaimana seseorang bisa terpilih, dan apa yang dibutuhkan untuk menjadi pemimpin.
“Politik tidak boleh jadi hal yang asing bagi Gen Z,” ujarnya.
Baca Juga: Ketua DPRD Tuban Minta TPPI Evaluasi SOP, Banyak Warga Panik dan Ngungsi saat Kebakaran
Kunjungan ke DPRD Tuban yang diikuti antusias ini semakin hidup saat sesi tanya jawab. Tercatat, 12 siswa mengajukan beragam pertanyaan kritis. Salah satunya, Hilda dari kelas XII, mempertanyakan akses beasiswa bagi mahasiswa Tuban yang melanjutkan ke perguruan tinggi negeri maupun swasta, serta alasan perbedaan kuota kursi DPRD tiap daerah pemilihan.
Jawaban mengejutkan muncul dari pihak dewan. Terungkap, pada tahun sebelumnya Pemerintah Kabupaten Tuban mengalokasikan sekitar Rp2 miliar untuk beasiswa mahasiswa yang lolos ke PTN. Namun, ironisnya anggaran tersebut tidak terserap sama sekali dan akhirnya dikembalikan ke kas daerah.
Penyebabnya, syarat minimal IPK 3,7 dianggap terlalu tinggi, ditambah sosialisasi dan petunjuk teknis (juknis) yang tidak tersebar secara merata ke sekolah-sekolah.
“Banyak siswa bahkan tidak tahu ada program beasiswa tersebut,” ungkapnya menirukan jawaban dari anggota dewan.
Menanggapi hal itu, perwakilan DPRD Tuban berjanji akan membagikan juknis dalam bentuk file PDF kepada pihak sekolah agar siswa kelas XII Ash Shomadiyah dapat mengakses beasiswa baik untuk kuliah di PTN maupun PTS yang berada di Kabupaten Tuban, dengan syarat utama warga asli Tuban.
Wawasan Politik Tambah Ilmu Para Santri
Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kabupaten Tuban Lutfi Firmansyah menyambut hangat kunjungan ini. Dia menilai generasi muda harus mulai memahami peran dewan sebagai lembaga legislatif yang memiliki tiga fungsi utama yakni anggaran, legislasi, dan pengawasan.
“Semangat belajar harus dijaga. Kalian bisa menjadi penerus bangsa, bahkan suatu saat duduk sebagai anggota DPRD Tuban,” pesannya.
Kunjungan ini bukan hanya menambah wawasan politik santri, tetapi juga membuka mata mereka bahwa akses pendidikan tinggi ternyata masih memerlukan perhatian serius dari pemerintah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








