• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Kasus Perceraian di Kabupaten Jember

Ilustrasi Masalah Ekonomi Dominasi Penyebab Ribuan Kasus Perceraian di Kabupaten Jember. (Foto: Freepik.com)

Masalah Ekonomi Dominasi Penyebab Ribuan Kasus Perceraian di Kabupaten Jember

Darmadi Sasongko by Darmadi Sasongko
7 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JEMBER, Tugujatim.id – Masalah ekonomi dominasi penyebab ribuan kasus perceraian di Kabupaten Jember. Sepanjang 2025, jumlah pengajuan cerai sebanyak 6.804 perkara dan 6.439 perkara telah diselesaikan.

Data terbaru dari Pengadilan Agama (PA) Kabupaten Jember mengungkapkan fakta mengejutkan tentang tingginya angka perpisahan pasangan suami istri dalam kurun waktu hampir setahun. Persoalan keuangan keluarga (ekonomi) menjadi momok utama yang menghancurkan keutuhan perkawinan di Kabupaten Jember.

You might also like

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

15/06/2026 4:31 PM
Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

15/06/2026 3:43 PM

Humas PA Kabupaten Jember, Mohammad Hosen, mengungkapkan bahwa dalam periode sepuluh bulan pertama di tahun 2025, pihaknya telah menerima pengajuan cerai sebesar 6.804 perkara. Dari jumlah tersebut, lebih dari 6.439 perkara telah diselesaikan.

“Kasus-kasus terkait putusnya ikatan pernikahan masih menjadi yang paling banyak,” jelasnya saat dikonfirmasi pada Jumat (7/11/2025).

BACA JUGA: Tersinggung Diminta Cari Kerja Motif Anak Habisi Nyawa Ibu Kandung di Jember

Statistik menunjukkan bahwa dari seluruh keputusan yang dijatuhkan, dari 5.908 perkara, terbagi dari sebanyak 1.298 kasus perceraian talak atau pemohon dari pihak suami. Sedangkan kasus cerai gugat atau penggugatnya dari pihak istri sebanyak 4.610 kasus.

Dominasi gugatan dari kaum perempuan ini, kata Hosen, memperlihatkan bahwa sebagian besar keputusan untuk mengakhiri pernikahan justru dimulai oleh istri.

“Pola seperti ini sudah kami amati sejak beberapa tahun belakangan. Kondisi keuangan yang memburuk menjadi pemicu utama para istri mengajukan gugatan,” paparnya.

Berdasarkan catatan detail yang mencakup 5.068 kasus perceraian dengan alasan yang jelas, temuan menunjukkan lebih dari 3.650 kasus dipicu oleh masalah finansial. Sementara itu, sekitar 1.139 kasus terjadi akibat konflik dan cekcok yang berkepanjangan, dan 146 kasus lainnya karena ada pasangan yang kabur dari tanggung jawab rumah tangga.

Menurut Hosen, beban ekonomi yang menimpa keluarga-keluarga ini berujung pada meningkatnya ketegangan dalam hubungan berumah tangga.

BACA JUGA: Keji! Kronologi Anak di Jember Diduga Bunuh Ibu Kandung Pakai Alat Vulkanisir Ban

“Banyak pasangan yang pada akhirnya menyerah karena tidak sanggup menghadapi kesulitan finansial, apalagi setelah masa pandemi dan melonjaknya harga kebutuhan pokok,” ungkapnya.

Khususnya di bulan Oktober 2025, tercatat 555 kasus perceraian dengan perincian, sebesar 391 kasus dipicu masalah ekonomi, 125 kasus dari pertengkaran berkelanjutan, 14 kasus kekerasan dalam rumah tangga, 15 kasus penelantaran pasangan, ditambah beberapa kasus lain seperti pernikahan paksa 2 kasus, keluar dari agama 1 kasus, judi 4 kasus, dan alkoholisme 1 kasus.

Hosen menegaskan bahwa angka-angka tersebut semakin membuktikan bahwa stabilitas ekonomi rumah tangga masih menjadi ujian terberat bagi kelangsungan pernikahan di daerah ini.

“Harapan kami, setiap pasangan dapat mencari solusi bersama sebelum memutuskan menempuh jalur perceraian,” tutupnya.

 

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

 

Reporter: Diki Febrianto

Editor: Darmadi Sasongko

Tags: berita jemberJemberKabupaten JemberPengadilan Agama Kabupaten JemberPerceraian Jember
Darmadi Sasongko

Darmadi Sasongko

Related Stories

Tradisi Ngarak Banteng.

22 Juni 2026, Tradisi Ngarak Banteng Empu Supo XVIII Siap Ramaikan Songgoriti Kota Batu

by Dwi Linda
15/06/2026 4:31 PM
0

BATU, Tugujatim.id - Kota Batu terkenal dengan destinasi wisata pegunungan dengan panorama alam yang memikat. Memasuki bulan Suro dalam penanggalan...

Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari.

15 Armada Siap Mengaspal, Bus Trans Jatim Kepanjen-Arjosari Beroperasi Oktober 2026

by Dwi Linda
15/06/2026 3:43 PM
0

MALANG, Tugujatim.id - Kabar baik bagi masyarakat Malang Raya, khususnya pengguna transportasi umum. Pemerintah Provinsi Jawa Timur tengah mempersiapkan penambahan...

Tuban

Pria Paruh Baya di Tuban Ditemukan Bersimbah Darah, Polisi Buru Pelaku Penganiayaan

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 12:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Seorang pria paruh baya di Kabupaten Tuban ditemukan tergeletak di tanah dengan kondisi bersimbah darah usai diduga...

Cuaca di Jawa Timur

Kabut, Hujan Ringan, dan Dominasi Cerah Warnai Cuaca di Jawa Timur Senin 15 Juni 2026.

by Mochamad Abdurrochim
15/06/2026 9:40 AM
0

Tugujatim.id - Cuaca di Jawa Timur pada Senin (15/06/2026) menunjukkan variasi kondisi yang cukup kontras, mulai dari kabut, udara kabur,...

Next Post
Pembunuhan Ibu Kandung di Jember

Pelaku Pembunuhan Ibu Kandung di Jember Diancam 15 Tahun Penjara

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID