• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim) vaksin vaksinasi

Wali Kota Malang Sutiaji. (Foto: M Ulul Azmy/Tugu Malang/Tugu Jatim)

Tahu Tunjangan TPP Akan Dipotong, Ini Respons ASN Pemkot Malang

Dwi Lindawati by Dwi Lindawati
5 years ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

MALANG, Tugujatim.id – Polemik antara Pemerintah Kota (Pemkot) Malang dan DPRD Kota Malang terkait rencana pemotongan tunjangan tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) sebesar 15 persen, kini menjadi bola panas. Namun, salah satu ASN di bagian Humas Pemkot Malang yang tidak ingin disebutkan namanya justru memberikan respons mengejutkan.

Dia mengaku tidak mempermasalahkan pemotongan 15 persen terhadap tunjangan yang dirinya dapatkan.

You might also like

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

21/07/2026 8:30 PM
Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

21/07/2026 7:17 PM

“Kalau saya sendiri tidak keberatan potongannya 15 persen katanya, dan seingat saya (ASN) kelas 7 yang kena jadi, saya juga kena. Menurut saya, 15 persen itu tidak jadi masalah, sama aja. Hitung-hitung sedekah atau infak untuk saudara kita yang kena Covid-19 yang tidak bisa kerja karena isolasi,” ujarnya saat dihubungi pada Sabtu (28/08/2021).

Dia menilai ini adalah bentuk sedekah yang lebih efektif sehingga dirinya tidak perlu repot-repot lagi mencari lembaga infak karena sudah difasilitasi oleh kantornya.

“Kan ini sama saja seperti saya nyumbang makanan untuk yang terbebani Covid-19, bedanya kan ini cuma berbentuk mentahannya (uang). Jadi, saya yang selama ini berinisiatif mau bersedekah berarti bujetnya ke sana,” tegasnya.

Dia juga mengatakan, selama pandemi ini adalah pemotongan pertama yang dilakukan oleh Pemkot Malang terhadap para ASN-nya.

“Selama pandemi ini saya kira ini kali pertama, itu saya dengar malah Pak Wali itu 3 bulan ini gajinya dipotong. Kan imamnya sudah kasih contoh yang baik, maka kami ikuti saja,” ungkapnya.

Biasanya, para ASN memberi sedekah atau infak secara sukarela tanpa fasilitasi kantor.

“Kalau di kantor sebenarnya ada kotak sedekah infak dari BAZNAS. Nah, biasanya kebiasaan kasubbag saya itu pas TPP cair, dia mulai keliling buat kumpulkan infak. Ada yang sumbang Rp 50 ribu-Rp 100 ribu. Masa kita dapat tunjangan gak mau bersedekah,” bebernya.

Terakhir, dia juga mengatakan, beberapa hari yang lalu dia sudah mendapatkan sosialisasi, baik dari kantor langsung maupun via WhatsApp (WA).

“Sosialisasinya melalui perwakilan dari kepala dinasnya, lalu dikasih WA grup, terus kami baca dan ya sudah. Dan itu belum cair (TPP), mungkin Senin,” jelasnya.

Dia mengatakan, memang pimpinan pun sudah menyampaikan soal pemotongan itu, bahkan sudah tersebar di grup WA.

“Kemarin ada rakor internal, dan pimpinan menyampaikan (akan adanya pemotongan), sedangkan saya juga dapat WA bertebaran di grup internal kantor,” ujarnya.

Sebelumnya, rencana Pemkot Malang terkait pemotongan tambahan penghasilan pegawai (TPP) aparatur sipil negara (ASN) sebesar 15 persen untuk dialihkan sebagai dana penanganan Covid-19 menjadi sorotan. Lantaran, Ketua DPRD Kota Malang dengan terang-terangan menolak rencana tersebut.

Sementara itu, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Riandiana mengungkapkan penolakannya terhadap rencana pemotongan TPP ini.

“Kami menyesalkan ini karena pastinya akan menimbulkan masalah baru. Karena dari awal saya tidak setuju adanya pemotongan tunjangan atau pemotongan lainnya untuk ASN,” ujarnya.

Dia menilai Pemkot Malang harus berpikir lebih berhati-hati terkait kebijakan pemotongan TPP sebesar 15 persen karena ini menyangkut hak individu.

Tags: ASN Kota MalangBerita pemotongan TPPKota MalangPemkot Malang
Dwi Lindawati

Dwi Lindawati

Related Stories

Pemkot Surabaya.

Pemkot Surabaya Perketat Pengawasan Parkir, Area tanpa Izin Terancam Ditutup

by Dwi Linda
21/07/2026 8:30 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id - Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya terus mengawasi dengan ketat terhadap pengelolaan parkir. Pemkot Surabaya mengawasi berbagai tempat mulai...

Gus Kikin.

Gus Kikin Siap Maju sebagai Calon Ketua Umum PBNU, Ngaku Terima Penugasan PWNU Jatim

by Dwi Linda
21/07/2026 7:17 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id – Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Jawa Timur Abdul Hakim Mahfudz atau yang akrab disapa Gus Kikin...

Angkot pelajar gratis.

80 Angkot Pelajar Gratis Segera Hadir di Malang, Pemkot Tunggu Audit 4 Koperasi Rampung

by Dwi Linda
21/07/2026 6:45 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Pemerintah Kota (Pemkot) Malang melalui dinas perhubungan (dishub) terus mematangkan pelaksanaan program angkot pelajar gratis. Saat ini,...

Penjual kambing.

Viral Penjual Kambing Kota Batu Disebut Mirip Yesus, Ternyata Niat Awalnya untuk Berdakwah

by Dwi Linda
21/07/2026 6:33 PM
0

BATU, Tugujatim.id – Seorang penjual kambing Kota Batu, Jawa Timur, mendadak viral menjadi perbincangan di media sosial. Faiq Muhammad Alkhatiri...

Next Post
Dari kiri, Kasi Pemberdayaan Dinas Sosial Minto Ihtiar, Ketua Pertuni Andi Puryono, Koordinator Wilayah Program I-SEE Kabupaten Tuban Rudi Wibowo, perwakilan difabel netra Monika, dan Project Manager Program I-SEE M. Marsudi saat prosesi penerimaan alat bantu rehabilitasi secara simbolis pada Jumat (27/08/2021). (Foto: Erna Kusuma Sari/Tugu Jatim)

Paramitra Jawa Timur dan AusAID Beri Ratusan Alat Bantu pada Difabel Netra Kabupaten Tuban

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID