MEDAN, Tugujatim.id – Upaya memerangi perundungan di sekolah kembali diperkuat melalui pelatihan bertema #ParaGoNation #1MYouthsStopBullying: Merdeka Tanpa Batas, Masa Depan Tanpa Perundungan yang digelar di BBGTK Sumut pada Rabu (12/11/2025). Kegiatan ini hadir sebagai respons atas tingginya kasus kekerasan terhadap anak di Kota Medan.
Berdasarkan data Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Pemberdayaan Masyarakat (DP3APM) Kota Medan, sepanjang 2023 tercatat ratusan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak.
Sebagian besar korbannya adalah anak-anak, dengan kekerasan fisik, psikis, dan seksual menjadi laporan terbanyak. Kasus perundungan (bullying) di lingkungan sekolah juga tercatat sebagai masalah yang masih terjadi dan perlu ditangani secara serius.
Pelatihan ini diikuti oleh 35 peserta, terdiri dari perwakilan Dinas Pendidikan Provinsi Sumatera Utara serta guru-guru dari 25 sekolah di Kota Medan.

Mereka mendapatkan materi mengenai metode coaching, simple coaching tool, creative coaching skill, dan dilanjutkan dengan sesi Training of Trainer (ToT) card game Buddy Pekerti®, sebuah permainan edukatif yang dirancang untuk mendorong siswa lebih peka, percaya diri, dan mampu membangun empati.
Salah satu guru yang mengikuti ToT, Bambang Herianto, S.Pd.I., Gr, dari SMA Al-Amjad, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan ini.

“Melalui kegiatan ini, para peserta dapat menggali banyak cerita dan potensi diri mereka. Mereka belajar untuk saling berbagi, berinteraksi, serta mengenal satu sama lain dengan lebih dekat melalui berbagai aktivitas, termasuk permainan board game yang menarik. Kegiatan seperti ini diharapkan dapat terus diselenggarakan secara berkesinambungan sebagai upaya nyata dalam mencegah terjadinya perundungan di lingkungan sekolah,” ujarnya.
Card game Buddy Pekerti® menggunakan pendekatan pembelajaran berbasis permainan yang dinilai efektif dalam membentuk karakter siswa. Permainan ini menekankan tiga nilai utama, yakni percaya diri, pola pikir bertumbuh, dan empati yang menjadi fondasi penting agar siswa mampu membentengi diri dan bersikap tangguh terhadap perundungan.

Usai sesi ToT, kegiatan akan berlanjut dengan roadshow ke empat sekolah pada Kamis (13/11/2025).
Sekolah tersebut yakni SMA Negeri 1 Sunggal, SMA Negeri 8 Medan, SMA Negeri 19 Medan, serta SMK Kartika 1-3 Medan.
Roadshow ini memungkinkan peserta pelatihan mempraktikkan langsung metode coaching dan permainan Buddy Pekerti® bersama siswa.
Para guru yang mengikuti pelatihan ini berharap gerakan tersebut terus berlanjut dan memberikan dampak nyata dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman dan saling mendukung.

Mereka menilai langkah ini penting untuk membangun generasi yang peduli, saling menghargai, serta bebas dari perundungan.
Gerakan #ParaGoNation dan #1MYouthsStopBullying di Medan menjadi bagian dari rangkaian kegiatan serupa yang juga diselenggarakan di Samarinda, Malang, Makassar, dan Banjarmasin. Melalui kolaborasi dengan Ruber Innovation Lab, aksi ini diharapkan dapat memperkuat ekosistem sekolah ramah anak di berbagai daerah.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Reporter: Feni Yusnia
Editor: Darmadi Sasongko








