PASURUAN, Tugujatim.id – BPBD Kota Pasuruan mulai menormalisasi Sungai Petung guna mengantisipasi gangguan lalu lintas akibat banjir di Jalur Pantura Pasuruan-Surabaya. Upaya ini diambil karena setiap hujan deras terjadi, air dari wilayah hulu sering meluber sehingga masuk ke permukiman warga serta menutupi badan jalan.
Kasi Kedaruratan BPBD Kota Pasuruan Anang Sururin mengungkapkan, intensitas hujan yang tinggi dalam beberapa hari lalu mengakibatkan potensi banjir makin tinggi. BPBD Kota Pasuruan lantas memetakan titik pendangkalan kemudian mengeruk Sungai Petung.
Baca Juga: Dinas SDA Jatim Normalisasi Sungai Petung Pasuruan untuk Cegah Banjir
“Apabila debit dari hulu besar dan air laut kondisi pasang, luapan pasti hampir terjadi,” ujar Anang pada Jumat (28/11/2025).
Di Kota Pasuruan sendiri ada tiga aliran sungai besar yang jadi titik rawan banjir, yakni Sungai Petung, Sungai Gembong, dan Sungai Welang. Berdasarkan kajian BPBD Kota Pasuruan, Sungai Petung menjadi titik paling krusial.
Sungai Meluber Bakal Berdampak pada Jalur Utama
Ketika Sungai Petung meluber, dia mengatakan, dampaknya terasa langsung pada jalur utama Pantura serta perkampungan di sekitarnya.
“Awal musim hujan saja sudah satu kali meluber dan mengakibatkan arus lalu lintas jalur Pantura terganggu,” ungkapnya.
Normalisasi diawali dari sisi selatan Jembatan Bok Wedi hingga sepanjang 500 meter. Area ini jadi titik kritis dikarenakan bagian bawah jembatan terjadi pendangkalan yang menghambat aliran air dari hulu menuju hilir.
“Air tidak bisa melewati bawah jembatan dikarenakan dangkal. Hal tersebut yang sering mengakibatkan luapan ke jalan,” jelasnya.
Pengerjaan normalisasi tersebut rencananya akan selesai dalam 9 hari. Selanjutnya, upaya penanganan lanjutan berupa pembangunan plengsengan dan normalisasi tambahan akan dikerjakan oleh UPT Balai Besar Wilayah Sungai pada 2026.
“Telah masuk rencana kerja pada 2026,” ujarnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Laoh Mahfud
Editor: Dwi Lindawati








