TUBAN, Tugujatim.id – Lahan seluas 7 hektare di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Jatim, sudah resmi disiapkan sebagai lokasi pembangunan gedung permanen Sekolah Rakyat (SR). Bahkan, tim Kementerian PUPR telah turun langsung menyurvei kontur tanah dan menyatakan lahan Sekolah Rakyat Tuban tersebut memenuhi kriteria teknis.
Namun di tengah kesiapan lokasi, pemerintah daerah justru dihadapkan kendala besar yakni biaya urugan lahan yang belum teranggarkan dalam APBD 2026.
Kepala Dinsos P3A PMD Tuban Sugeng Purnomo menyampaikan, pembangunan SR berpeluang besar dimulai pada 2026 karena tahapan awal telah terpenuhi. Tetapi proses pengurugan menjadi salah satu syarat mutlak sebelum pembangunan fisik bisa dilakukan.
Baca Juga: Menpora Dito Ariotedjo Serahkan Peralatan Olahraga untuk Sekolah Rakyat di Tuban
“Kelengkapan dokumen salah satunya lahan harus diurug dulu. Biayanya tidak sedikit, bahkan diperkirakan mencapai miliaran rupiah,” ungkap Sugeng.
Masalah muncul karena APBD 2026 sudah disahkan DPRD Tuban. Artinya, kebutuhan biaya urugan belum masuk dalam pos anggaran tahun depan dan pemkab harus mencari skema pembiayaan lain.
“APBD 2026 sudah ditetapkan dewan, jadi kami harus mencari solusi pendanaan untuk kebutuhan urugan ini,” tegas Sugeng.
Meski begitu, koordinasi lintas sektor terus dilakukan agar pembangunan tidak meleset dari target waktu. Pemkab berharap ada opsi pendanaan yang memungkinkan proses pengurugan tetap berjalan tahun depan.
Hasil Survei Kontur Tanah Layak Dibangun Gedung Permanen
Sugeng menyampaikan, tim Kementerian PUPR telah meninjau langsung lokasi pembangunan dan melakukan survei kontur tanah. Hasilnya, lahan tersebut dinilai layak untuk dijadikan lokasi pembangunan gedung permanen.
“Kemarin ada tim yang melakukan survei kontur tanah. Secara kriteria sudah masuk,” jelasnya.
Dengan lahan yang telah disiapkan dan proses awal berjalan mulus, pembangunan gedung Sekolah Rakyat Tuban sebenarnya sangat memungkinkan dimulai 2026 asal kendala urugan segera terselesaikan.
Untuk diketahui, Sekolah Rakyat Tuban sendiri resmi diluncurkan pada 14 Agustus 2025. Namun hingga kini belum memiliki gedung permanen. Aktivitas belajar masih menumpang di Balai Latihan Kerja (BLK) milik Pemprov Jawa Timur.
Karena itu, pembangunan gedung baru menjadi langkah penting agar SR memiliki fasilitas mandiri dan dapat melayani lebih banyak masyarakat.
Sambil menunggu solusi pendanaan urugan, Pemkab Tuban memastikan proses persiapan terus berjalan. Harapannya, Sekolah Rakyat Tuban dapat mulai dibangun pada 2026 sesuai rencana awal.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








