JAKARTA, Tugujatim.id – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) resmi menunjuk Wakil Ketua Umum Tanfidziyah, Zulfa Mustofa, sebagai Penjabat (Pj) Ketua Umum menggantikan Yahya Cholil Staquf. Keputusan itu diambil dalam rapat pleno PBNU yang dipimpin Rais Syuriyah Mohammad Nuh di Hotel Sultan, Jakarta, Selasa malam (10/12/2025).
Penunjukan ini menandai babak baru di tubuh PBNU. Zulfa Mustofa akan memimpin roda organisasi hingga berakhirnya masa bakti kepengurusan pada 2026. Pengumuman dilakukan langsung oleh Mohammad Nuh saat membacakan hasil pleno.
“Penetapan pejabat ketua umum PBNU masa bakti sisa, yaitu Bapak KH Zulfa Mustofa,” ujar Nuh dalam rapat pleno tersebut.
Baca Juga: Putusan Final Rais Aam: Gus Yahya Bukan Ketua Umum PBNU Lagi
Nuh menjelaskan, Zulfa—yang juga merupakan keponakan dari mantan Wakil Presiden Ma’ruf Amin—akan menjalankan tugas-tugas ketua umum sampai Muktamar 2026 digelar. Dia menyebut agenda besar PBNU sepanjang 2026 akan menjadi rangkaian penting yang harus disiapkan oleh Pj Ketua Umum.
“Oleh karena itu, beliau akan memimpin PBNU sebagai Penjabat Ketua Umum sampai Muktamar yang insyaa Allah dilaksanakan pada 2026,” terangnya.
Nuh juga menyinggung soal penjadwalan Muktamar 2026. Dia berharap agenda permusyawaratan tertinggi NU itu bisa kembali mengikuti siklus normal, mengingat Muktamar ke-34 tahun 2021 di Lampung pernah molor akibat pandemi Covid-19.
“Mudah-mudahan sebelum atau setelah Hari Raya Haji sudah bisa kami lakukan,” ungkapnya.
Selain itu, PBNU juga tengah bersiap memperingati satu abad Masehi yang jatuh pada 31 Januari 2026. Rangkaian besar lainnya berupa Konferensi Besar dan Musyawarah Nasional (Munas) juga masuk daftar agenda sebelum puncaknya digelar dalam Muktamar.
Penetapan setelah PBNU Gelar Pleno
Penetapan Pj Ketua Umum ini berlangsung setelah PBNU menggelar pleno pasca pencopotan Yahya Cholil Staquf—atau Gus Yahya—oleh Syuriyah PBNU. Melalui surat edaran tertanggal 25 November 2025, Syuriyah menyatakan bahwa Gus Yahya tidak lagi diakui sebagai ketua umum PBNU terhitung sejak 26 November 2025.
Meski demikian, Gus Yahya menyatakan menolak keputusan tersebut. Dia menegaskan masih menjadi Ketua Umum PBNU yang sah sesuai aturan dasar dan rumah tangga (AD/ART) organisasi.
Dengan penunjukan Pj Ketua Umum ini, PBNU memasuki fase transisi menuju Muktamar 2026 yang diwarnai agenda besar dan dinamika internal organisasi. Bagaimana langkah Zulfa Mustofa memimpin PBNU dalam masa sisa kepengurusan akan menjadi perhatian warga Nahdliyin ke depan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Mochamad Abdurrochim
Editor: Dwi Lindawati








