• Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial
No Result
View All Result
No Result
View All Result
CIMB Niaga.

Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan (kiri) dan Corporate Communications Head CIMB Niaga Hery Kurniawan (kanan) di acara Jurnalisme Inspiratif sesi pertama bertajuk F30 Strategy & Outlook CIMB Niaga yang berlangsung di Lantai M Graha CIMB Niaga Jakarta, Kamis (11/12/2025). (Foto: Diki Febrianto/Tugu Jatim)

Masyarakat Beralih Kemasan Sachet, CIMB Niaga Prediksi Daya Beli Belum Pulih hingga 2026

Dwi Linda by Dwi Linda
6 months ago
in News
0
Share on FacebookShare on Twitter

JAKARTA, Tugujatim.id – Presiden Direktur PT Bank CIMB Niaga Tbk Lani Darmawan mengungkapkan kondisi daya beli masyarakat Indonesia yang masih lemah dan diperkirakan belum pulih hingga tahun 2026.

Pernyataan ini disampaikan saat acara Jurnalisme Inspiratif sesi pertama bertajuk F30 Strategy & Outlook CIMB Niaga yang berlangsung di Lantai M Graha CIMB Niaga Jakarta, Kamis (11/12/2025).

You might also like

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

04/06/2026 8:52 PM
Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

04/06/2026 3:30 PM

Dalam paparannya, Wakil Ketua Umum Perbanas Lani ini juga menyebutkan bahwa gejala melemahnya daya beli terlihat jelas dari perubahan pola konsumsi masyarakat. Data tersebut dia dapat dari hasil diskusi dengan berbagai asosiasi industri dan analisis perbankan.

Baca Juga: CIMB Niaga Dorong Pertumbuhan Ekonomi Jember lewat Pemberdayaan UMKM dan Ekosistem Bisnis Berkelanjutan

“Pembelanjaan masyarakat Indonesia yang tadinya beli sampo 125 mili, sekarang beralih ke sachet karena mau berhemat,” ungkap Lani.

Fenomena serupa juga terjadi pada produk-produk konsumsi lainnya seperti minuman kemasan dan deterjen. Masyarakat kini lebih memilih membeli produk dalam kemasan lebih kecil untuk menghemat pengeluaran. Bahkan produsen dan retailer seperti Indomaret harus merespons dengan memproduksi kemasan-kemasan kecil agar tetap bertahan.

“Kalau enggak, mereka enggak survive. Karena masyarakat ingin membelinya sekarang eman-eman uangnya,” tambah Lani.

Belanja Negara Jadi Kunci

Meski mengapresiasi sikap pro-growth Menteri Keuangan dan perbaikan likuiditas perbankan dengan Loan to Deposit Ratio (LDR) pasar yang turun dari 97-98 persen menjadi 95 persen, Lani menekankan pentingnya belanja negara untuk menggerakkan ekonomi.

“Kalau government spending belanja negara itu tidak ada, maka proyek-proyek tidak ada, yang menyerap tenaga kerja juga tidak ada. Uang beredar yang bisa dikantongi masyarakat juga sedikit, sehingga daya beli menjadi kecil,” jelasnya.

Dunia Usaha Tunda Investasi

Tantangan lain yang dihadapi adalah sikap wait and see dari pelaku usaha. Dalam dua tahun terakhir, tim CIMB Niaga aktif bertemu dengan nasabah dari berbagai segmen, mulai korporasi besar hingga Usaha Kecil Menengah (UKM). Hasilnya, mayoritas pelaku usaha memilih menunda rencana ekspansi.

“Mereka menunda investasi. Misalkan untuk memperluas pabrik atau menambah produksi itu mereka tahan dulu. Apakah karena mereka enggak ada uang? Enggak juga, uangnya ada,” ungkap Lani.

Pandangan 2026: Realistis tapi Menunggu

Untuk 2026, Lani mengambil sikap realistis. Dia memperkirakan semester pertama 2026 akan sama seperti kondisi saat ini. Namun, pihaknya akan terus memantau perkembangan, terutama realisasi belanja negara dan pemulihan sektor-sektor ekonomi.

“Kita lihatlah nanti. Kita tanya lagi setelah masuk semester kedua. Saya pikir di semester pertama akan sama seperti sekarang, namun tentu saja kita lihat apakah belanja negara akan betul-betul digelontorkan,” tutup Lani.

Pernyataan CEO CIMB Niaga ini selaras dengan kekhawatiran sejumlah ekonom dan pelaku industri terkait perlunya stimulus fiskal yang lebih masif untuk mendorong pemulihan ekonomi domestik.

Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id

Writer: Diki Febrianto

Editor: Dwi Lindawati

Tags: Bank CIMB NiagaBerita Jakarta hari iniDaya beli masyarakat lemahJakartaJakarta hari iniPemulihan ekonomi di Indonesia 2026
Dwi Linda

Dwi Linda

Related Stories

Surabaya

Dishub Surabaya Pasang Foto Jukir di Rambu Parkir Digital

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 8:52 PM
0

SURABAYA, Tugujatim.id- Sebagai upaya meningkatkan transparansi Pemerintah Kota (Pemkot) Surabaya, memasang foto juru parkir (jukir) pada rambu parkir digital di...

Bayi Laki-laki

Penemuan Bayi Laki-laki Dalam Tas Gegerkan Warga Rengel Tuban

by Mochamad Abdurrochim
04/06/2026 3:30 PM
0

TUBAN, Tugujatim.id – Warga Desa Rengel, Kecamatan Rengel, Kabupaten Tuban digegerkan dengan penemuan bayi laki-laki dalam kondisi meninggal dunia di...

Event tahunan di Banyuwangi.

Alasan Tak Pernah Sepi Wisatawan, 7 Event Tahunan di Banyuwangi Ini Selalu Jadi Magnet Pengunjung

by Dwi Linda
04/06/2026 1:57 PM
0

BANYUWANGI, Tugujatim.id – Event tahunan di Banyuwangi, Jatim, jadi salah satu magnet wisata yang selalu ramai dikunjungi wisatawan. Selain memiliki...

Jemaah haji Kabupaten Malang.

Update 2 Jemaah Haji Kabupaten Malang Wafat di Makkah, Sakit Sempat Dirawat di RS

by Dwi Linda
04/06/2026 1:00 PM
0

MALANG, Tugujatim.id – Kabar duka datang dari dua jemaah haji Kabupaten Malang yang meninggal dunia di Makkah, Arab Saudi. Mereka...

Next Post
Pos polisi di Jember.

Selamatkan Instalasi Listrik, Dalih Pengacara 7 Pendemo Membakar Pos Polisi di Jember

Merawat Jawa Timur

  • Redaksi
  • Disclaimer
  • Info Kerjasama
  • Kode Etik
  • Pedoman Media Siber
  • Privacy Policy
  • Hubungi Kami

© 2025 Tugu Jatim ID

No Result
View All Result
  • Home
  • Pendidikan
  • Bisnis
  • Wisata
  • Kriminal
  • Nasional
  • Featured
  • Sastra & Budaya
  • Advertorial

© 2025 Tugu Jatim ID