JEMBER, Tugujatim.id – Sebanyak 15 kecamatan di Jember diprediksi berpotensi mengalami banjir dengan kategori tinggi pada Januari 2026.
Prediksi tersebut disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam peta potensi banjir bulanan, seiring meningkatnya intensitas curah hujan pada puncak musim hujan pada Senin (05/01/2026).
BMKG mencatat, Kabupaten Jember termasuk salah satu wilayah yang masuk dalam zona potensi banjir kategori tinggi pada Januari, sejalan dengan kondisi cuaca ekstrem yang dipicu oleh curah hujan tinggi dan berlangsung dalam durasi cukup lama.
Baca Juga: Dua Hari, Ribuan Rumah di Dua Kecamatan Terendam Banjir Pasuruan
Adapun 15 kecamatan di Jember yang masuk dalam potensi banjir kategori tinggi meliputi Kecamatan Arjasa, Bangsalsari, Jelbuk, Kalisat, Kaliwates, Ledokombo, Pakusari, Panti, Patrang, Semboro, Sukorambi, Sukowono, Sumberbaru, Tanggul, dan Tempurejo.
Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jember menunjukkan, secara klimatologis wilayah Jember berada dalam periode musim hujan pada November hingga April, sementara musim kemarau berlangsung pada Mei hingga Oktober.
Dengan posisi Januari berada di tengah musim hujan, potensi peningkatan debit air sungai dan genangan di sejumlah wilayah menjadi lebih tinggi. Selain faktor musim, kondisi geografis dan ketinggian wilayah turut memengaruhi risiko banjir.
Deretan Kecamatan yang Diprediksi Terkena Banjir
Berdasarkan data BPS dalam Kabupaten Jember dalam angka 2025, sejumlah kecamatan yang diprediksi rawan banjir berada pada ketinggian rendah hingga menengah, yakni antara 0–500 meter di atas permukaan laut (mdpl).
Wilayah dengan ketinggian rendah cenderung lebih rentan mengalami genangan, terutama saat hujan lebat terjadi secara terus-menerus.
Beberapa kecamatan di Jember seperti Semboro, Tanggul, Bangsalsari, dan Sumberbaru tercatat berada pada ketinggian antara 0–200 mdpl, yang berpotensi mempercepat akumulasi air saat sistem drainase tidak mampu menampung limpasan hujan.
Sementara kecamatan lain seperti Pakusari, Kalisat, Sukowono, dan Ledokombo berada di zona peralihan dataran rendah hingga menengah yang juga rawan terdampak luapan sungai.
Dari sisi curah hujan, data BPS mencatat bahwa pada sejumlah kecamatan di Kabupaten Jember, curah hujan bulanan pada awal tahun mencapai ratusan milimeter. Beberapa wilayah bahkan mencatat curah hujan lebih dari 200-400 milimeter per bulan, terutama pada periode Januari hingga Maret.
Intensitas hujan yang tinggi ini berpotensi meningkatkan risiko banjir, khususnya di wilayah yang berada di sekitar daerah aliran sungai (DAS).
Baca Juga: Banjir Luapan Rendam Rumah Warga Mojokerto di Awal Tahun 2026
Sebelumnya, pada Desember 2025, BPBD Kabupaten Jember mencatat banjir terjadi di 20 titik lokasi yang tersebar di Kecamatan Patrang, Kaliwates, Sumbersari, Pakusari, Kalisat, dan Rambipuji. Ketinggian air bervariasi mulai 30 sentimeter hingga 2 meter.
BMKG menjelaskan, potensi banjir tidak hanya dipengaruhi oleh besarnya curah hujan, tetapi juga oleh faktor lain seperti kondisi saluran air, sedimentasi sungai, alih fungsi lahan, serta kepadatan permukiman di wilayah perkotaan.
Untuk itu, masyarakat yang tinggal di wilayah rawan banjir diimbau untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat hujan lebat disertai petir.
Warga juga disarankan untuk rutin membersihkan saluran air di lingkungan sekitar, menghindari aktivitas di luar ruangan saat cuaca ekstrem, serta memantau informasi cuaca dan peringatan dini dari BMKG.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Tugujatim.id
Writer: Feni Yusnia
Editor: Dwi Lindawati








